وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
Milik-Nyalah kapal-kapal yang dibuat, yang berlayar di laut laksana gunung-gunung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُwa-lahu l-jawaari l-munsya'aatudan milik-Nyalah kapal-kapal yang dibuat
- فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِfii l-bahri ka-l-a'laamiyang berlayar di laut laksana gunung-gunung
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَلَهُwa-lahudan bagi-Nya
- الْجَوَارِl-jawaarikapal-kapal
- الْمُنْشَآتُl-munsya'aatuyang berlayar
- فِيfiidi
- الْبَحْرِl-bahrilaut
- كَالْأَعْلَامِka-l-a'laamiseperti gunung
Inti bacaan
Pengakuan atas karya manusia sebagai bagian anugerah: 'milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung', bahkan pencapaian teknologi manusia (kapal besar) tetap dipandang sebagai bagian dari kepemilikan dan kendali ilahi, pengingat bahwa kemajuan manusia beroperasi dalam kerangka yang lebih besar, bukan pencapaian yang berdiri sendiri lepas dari sumber kemampuan itu sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(bahtera)' dirapikan menjadi 'kapal-kapal' langsung tanpa kurung: kata itu diperlukan sebagai anak kalimat dari partisip 'al-jawaari' (yang berlayar), berbeda dari tambahan interpretif murni. Kata 'manusia' pada 'buatan manusia' dihapus: 'al-munsha'aatu' (yang dibuat/dibangun) tidak menyebut pembuatnya secara eksplisit di teks Arab.
Tafsiran
Ayat ini menyebut kapal-kapal besar sebagai anugerah lain: hasil karya yang berlayar megah di lautan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kapal-kapal itu milik-Nya, padahal ia dirakit dengan tangan. Kepemilikan tidak berpindah karena pembuatan. Yang dirakit manusia tetap tersusun dari bahan yang tak seorang pun pernah mengadakannya.
- Bandingannya gunung, benda yang paling tidak bergerak. Yang berlayar disamakan dengan yang diam di tempatnya. Perbandingan itu menangkap sesuatu yang sulit dikatakan: besar yang bergerak selalu terasa lebih mengagumkan daripada besar yang tinggal diam.
- Allah memakai kata yang dibuat tanpa menyebut siapa pembuatnya. Nama pembuatnya dibiarkan kosong. Di tengah ayat tentang segala yang diberikan, kekosongan itu terasa disengaja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).