فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein keenam setelah penyebutan kapal-kapal besar: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', kini menyoroti kemampuan manusia menaklukkan lautan sebagai nikmat yang jarang disyukuri secara sadar.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah menyebut kapal-kapal besar di laut.
Renungan dan Hikmah
- Refreinnya menyusul kapal-kapal besar di laut. Buatan tangan manusia disebut lebih dahulu. Allah tetap menagih pengakuan atasnya.
- Yang berlayar itu buatan manusia, bukan tumbuhan yang tumbuh sendiri. Kapal dibuat orang. Kemampuan membuatnya pun dihitung nikmat.
- Laut disebut sebagai jalan, bukan sebagai penghalang. Allah menaruhnya di daftar nikmat. Yang menakutkan pun bisa dipakai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.