وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Dan wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَwa-yabqaa wajhu rabbikadan wajah Tuhanmu tetap kekal
- ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِdzuu l-jalaali wa-l-ikraamiyang memiliki kebesaran dan kemuliaan
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَيَبْقَىٰwa-yabqaadan tetap kekal
- وَجْهُwajhuwajah
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- ذُوdzuupemilik
- الْجَلَالِl-jalaalikeagungan
- وَالْإِكْرَامِwa-l-ikraamidan kemuliaan
Inti bacaan
Kontras kekekalan tunggal: '(akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal', satu-satunya yang tidak tunduk pada hukum kefanaan, titik jangkar bagi makna dan nilai yang tidak ikut lenyap bersama segala sesuatu yang binasa.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Akan tetapi,)' dan '(zat)' tidak dipakai: konjungsi Arab hanya 'wa' (dan), tanpa partikel kontras eksplisit; kata 'wajh' (wajah) tidak memerlukan penjelasan tambahan 'zat' yang tidak tertulis di Arab.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kekekalan Allah sebagai satu-satunya yang tidak fana, berbeda dari segala ciptaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebutnya sesudah menyatakan semua yang di bumi akan binasa. Berdempetan. Yang kekal disebut tepat sesudah yang fana.
- Allah menyertakan dua sifat: kebesaran dan kemuliaan. Berpasangan. Yang tinggal disebut bukan cuma karena bertahan, melainkan karena layak.
- Kalimatnya tak memakai kata namun. Cuma disambung dengan dan. Perbedaannya begitu jelas sampai tak perlu ditandai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.