فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kesembilan setelah peringatan perhatian penuh: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', kini konteksnya bergeser dari nikmat ke peringatan, menunjukkan refrein ini berfungsi ganda: menghitung anugerah sekaligus menegaskan tanggung jawab.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah seruan kepada dua golongan berbeban.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menaruh pertanyaan yang sama sesudah seruan kepada dua golongan berbeban. Bukan sesudah nikmat. Peringatan pun dimasukkan ke dalam daftar yang dipertanyakan.
  • Kalimatnya sama, letaknya berpindah-pindah. Berfungsi ganda. Yang menghitung anugerah juga menagih tanggung jawab.
  • Allah menyapa keduanya sekaligus dalam bentuk untuk dua pihak. Jin dan manusia. Tak ada yang dibebaskan dari pertanyaannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.