فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kesepuluh setelah tantangan tentang batas kekuasaan: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang menegaskan bahwa bahkan keterbatasan yang diakui pun mengandung pelajaran berharga tentang posisi sejati makhluk.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah tantangan menembus batas langit dan bumi.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang pertanyaan yang sama sesudah tantangan menembus batas langit dan bumi. Berdempetan. Keterbatasan yang baru diakui ikut dihitung sebagai nikmat.
- Kalimatnya tak berubah satu kata pun dari kemunculan sebelumnya. Persis sama. Yang berganti cuma apa yang mendahuluinya.
- Allah memakai bentuk untuk dua pihak. Jin dan manusia. Tantangannya dan pertanyaannya sama-sama dialamatkan kepada keduanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.