فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kesebelas setelah gambaran konsekuensi keras: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang bahkan hadir di tengah peringatan tegas, menegaskan bahwa peringatan itu sendiri adalah bentuk kasih sayang yang patut disyukuri, bukan semata ancaman.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran azab nyala api dan tembaga.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menaruh pertanyaan yang sama sesudah gambaran nyala api dan tembaga. Bukan sesudah nikmat. Peringatannya sendiri dimasukkan ke dalam daftar yang dipertanyakan.
  • Bentuk yang dipakai kalian berdua. Jin dan manusia. Pertanyaannya dialamatkan kepada dua jenis makhluk sekaligus.
  • Allah mengulangnya tanpa pernah menuliskan jawabannya. Dibiarkan kosong. Yang membaca yang harus mengisinya, tiap kali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.