فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ

Maka, apabila langit terbelah, lalu menjadi merah mawar seperti minyak,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُfa-idzaa nsyaqqati s-samaa'umaka, apabila langit terbelah
  2. فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِfa-kaanat wardatan ka-d-dihaanilalu menjadi merah mawar seperti minyak

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  2. انْشَقَّتِnsyaqqatiterbelah
  3. السَّمَاءُs-samaa'ulangit
  4. فَكَانَتْfa-kaanatmaka jadilah ia
  5. وَرْدَةًwardatanmerah mawar
  6. كَالدِّهَانِka-d-dihaaniseperti minyak

Inti bacaan

Citra kosmik dramatis Hari Akhir: 'apabila langit terbelah, lalu menjadi merah mawar seperti minyak', deskripsi visual yang kuat tentang perubahan tatanan alam semesta yang selama ini dianggap tetap dan stabil, pengingat bahwa struktur kosmik pun tidak abadi.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pemandangan langit pada Hari Kiamat: berubah warna dan tekstur secara dramatis.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut warnanya, bukan bunyinya. Merah mawar. Seperti minyak.
  • Dua perbandingan dipakai sekaligus. Warna bunga. Dan kilap minyak.
  • Langit yang biasanya menjadi ukuran ketetapan justru berubah. Allah memilih itu. Yang paling tetap paling mengejutkan saat berubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-q-q, s-m-w, k-w-n, w-r-d, d-h-n): inshaqqat as-samaa' diterjemahkan 'langit terbelah' (akar sh-q-q); wardah ka-d-dihaan diterjemahkan 'merah mawar seperti minyak' (akar w-r-d + akar d-h-n). gloss '(warnanya)/(kilauan)/(terjadilah kengerian yang hebat)' dibuang.