فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kedua belas setelah citra langit terbelah: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan di tengah gambaran kehancuran kosmik menegaskan konsistensi pola pertanyaan, terlepas dari nada peringatan atau anugerah pada ayat sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran langit terbelah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang pertanyaan yang sama sesudah gambaran langit terbelah. Di tengah kehancuran. Iramanya tak berubah meski isinya berganti dari nikmat ke bencana.
  • Kalimatnya tak menyesuaikan diri dengan yang mendahuluinya. Persis sama. Yang tetap justru pertanyaannya, bukan keterangannya.
  • Allah tetap menyapa keduanya dalam bentuk untuk dua pihak. Jin dan manusia. Bahkan di tengah gambaran langit terbelah, sapaannya tak berubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.