فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein ketiga belas setelah penjelasan modus penghakiman: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang menegaskan bahwa sistem penghakiman yang jelas dan tidak berbelit pun merupakan bentuk keadilan yang patut disyukuri.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah menegaskan bahwa dosa tak perlu lagi ditanyakan pada hari itu.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang pertanyaan yang sama sesudah menyebut cara penghakiman. Bukan sesudah nikmat. Keadilan yang tak berbelit ikut dihitung sebagai pemberian.
- Kalimatnya tak pernah diubah satu kata pun. Persis sama. Yang berganti cuma apa yang mendahuluinya.
- Allah menyapa jin dan manusia bersama-sama. Bentuk untuk berdua. Pertanyaannya tak membedakan yang terlihat dan yang tidak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.