هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ
Inilah Jahanam yang didustakan oleh para pendosa;
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هَٰذِهِ جَهَنَّمُhaadzihi jahannamuinilah Jahanam
- الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَallatii yukadzdzibu bihaa l-mujrimuunayang didustakan oleh para pendosa
Terjemahan per kata (6 kata)
- هَٰذِهِhaadzihiini
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- الَّتِيallatiiyang
- يُكَذِّبُyukadzdzibumendustakan
- بِهَاbihaapadanya
- الْمُجْرِمُونَl-mujrimuunapara pendosa
Inti bacaan
Penamaan langsung konsekuensi: 'inilah Jahanam yang didustakan oleh para pendosa', konfrontasi antara penyangkalan verbal di dunia dan realitas yang tak terbantahkan di akhirat, pengingat bahwa penolakan untuk mempercayai konsekuensi tidak menghapus keberadaannya.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzihi' (dekat, feminin) benar diterjemahkan 'inilah', dikonfirmasi morfologi sebagai kata tunjuk.
Tafsiran
Ayat ini mengutip penegasan langsung: inilah wujud nyata dari apa yang selama ini mereka dustakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai penunjuk dekat untuk sesuatu yang dahulu jauh. Inilah. Jaraknya sudah habis.
- Yang didustakan disebut namanya. Bukan disamarkan. Jahanam, apa adanya.
- Kalimat ini diucapkan sesudah mereka sampai. Allah menaruhnya sebagai sambutan. Yang menyambut menyebut kesalahan mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, j-r-m): yukadhdhibu bihaa l-mujrimuun diterjemahkan 'didustakan para pendosa' (akar k-dz-b + akar j-r-m). Selaras.