فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein keenam belas setelah janji dua surga: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', kini kembali ke nada anugerah, menegaskan bahwa ganjaran bagi yang takut kepada Tuhan juga termasuk nikmat yang harus disyukuri, bukan dianggap hak otomatis.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah penyebutan dua taman.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang pertanyaan yang sama sesudah janji dua taman. Kembali ke nada anugerah. Yang dijanjikan pun dimasukkan ke daftar yang dipertanyakan.
  • Letaknya membuat ganjaran itu sendiri terhitung sebagai nikmat. Bukan hak. Yang diterima sebagai balasan tetap disebut pemberian.
  • Allah memakai kalimat yang tak pernah berubah satu kata pun. Persis sama. Yang berganti cuma apa yang mendahuluinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein, akar '-l-w + akar k-dz-b). Selaras.