فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein ketujuh belas membuka rangkaian deskripsi dua surga: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', transisi dari peringatan menuju gambaran detail kenikmatan, pengulangan yang menandai pergantian nada dari tegas ke penuh harapan.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran kesuburan kedua taman.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang pertanyaan yang serupa untuk kesekian kali. Kata-katanya tak diubah sedikit pun. Yang berganti hanya yang disebut sebelumnya.
  • Pertanyaannya menyapa dua pihak sekaligus. Jin dan manusia. Sapaan berpasangan itu bertahan sepanjang surah.
  • Nikmat yang baru disebut Allah langsung ditagih pengakuannya. Tak ada jarak antara memberi dan bertanya. Keduanya menempel.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.