فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kesembilan belas setelah penyebutan buah berpasangan: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang terus membangun kesadaran atas detail-detail kecil yang mudah dianggap remeh.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah penyebutan buah berpasangan.
Renungan dan Hikmah
- Refreinnya menyusul buah yang disebut berpasangan. Dua-dua. Allah menagih pengakuan atas susunan itu.
- Yang dirinci pasangannya, bukan jumlahnya. Setiap jenis ada dua. Yang diperhatikan susunannya.
- Detail sekecil itu pun tidak dilewatkan Allah. Yang mudah luput justru disebut. Perhatiannya sampai ke hal terkecil.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.