مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ
Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal; dan buah kedua taman dekat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍmuttaki'iina 'alaa furusyin bathaa'inuhaa min istabraqinmereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal
- وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍwa-janaa l-jannatayni daanindan buah kedua taman dekat
Terjemahan per kata (9 kata)
- مُتَّكِئِينَmuttaki'iinabersandar
- عَلَىٰ'alaaatas
- فُرُشٍfurusyinkasur
- بَطَائِنُهَاbathaa'inuhaabagian dalamnya
- مِنْmindari
- إِسْتَبْرَقٍistabraqinsutra tebal
- وَجَنَىwa-janaadan buah
- الْجَنَّتَيْنِl-jannataynidua kebun
- دَانٍdaaninyang dekat
Inti bacaan
Kenyamanan yang mudah dijangkau: 'bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal; dan buah kedua surga itu dekat (dapat dipetik)', penekanan pada aksesibilitas kenikmatan tanpa usaha berlebihan, kontras dengan kerja keras dan perjuangan yang menjadi ciri kehidupan dunia.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan kenyamanan fisik penghuni taman: buah yang begitu dekat hingga mudah diraih.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bagian dalam permadaninya. Yang tidak terlihat. Yang di bawah pun sutra.
- Buahnya disebut dekat, bukan banyak. Bukan berlimpah. Terjangkau.
- Kenyamanan itu digambarkan lewat jarak. Allah menyebut yang dekat. Tidak perlu berdiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-k-a, f-r-sh, b-t-n, j-n-y, j-n-n, d-n-w): muttaki'iin alaa furush diterjemahkan 'bersandar di permadani' (akar w-k-' + akar f-r-sh); bataa'inuhaa min istabraq diterjemahkan 'bagian dalamnya sutra tebal' (akar b-t-n); janaa l-jannatayn daan diterjemahkan 'buah kedua surga dekat' (akar j-n-y + akar d-n-w). Selaras.