فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kedua puluh tiga setelah prinsip resiprositas: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', penempatan setelah hukum kebaikan-berbalas-kebaikan menegaskan bahwa keadilan kosmik itu sendiri merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah menutup gambaran taman pertama dan prinsip balasan kebaikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang pertanyaan yang sama sesudah menyebut balasan kebaikan dengan kebaikan. Berdempetan. Keadilan itu sendiri dimasukkan ke daftar nikmat.
- Letaknya menutup gambaran taman yang pertama. Sebagai penanda. Pergantian bagian ditandai dengan kalimat yang itu-itu juga.
- Allah memakainya sebagai irama, bukan sebagai keterangan baru. Berulang. Yang menahan pembaca bukan isinya, melainkan ketukannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.