فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kedua puluh lima setelah deskripsi warna hijau tua: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang bahkan menyoroti detail visual sekecil warna sebagai bagian dari rangkaian nikmat yang layak diperhatikan.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran kehijauan taman kedua.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menagih lagi sesudah menyebut warna, bukan sesudah menyebut buah. Hijau tua saja sudah dihitung. Warna pun masuk daftar.
  • Yang disebut sebelumnya cuma satu kata sifat. Kehijauan yang pekat. Sekecil itu pun ditanyakan.
  • Pertanyaannya tidak pernah dijawab di dalam surah. Allah membiarkannya menggantung sampai habis. Yang menjawab pembacanya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.