فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kedua puluh delapan setelah penekanan kualitas karakter: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang menegaskan bahwa nilai batin dihargai sebagai bagian dari kenikmatan yang layak disyukuri, bukan hanya penampilan luar.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13). Ini kemunculan terakhir refrain di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah rincian buah-buahan taman kedua.
Renungan dan Hikmah
- Allah menaruh pertanyaan ini sesudah rincian nikmat, seperti tiap kali sebelumnya. Berulang. Keterangan tak pernah dibiarkan berdiri sendiri tanpa pertanyaan.
- Bentuknya bertanya, bukan menagih. Yang manakah yang kalian dustakan. Pembacanya diminta menjawab sendiri, dan jawabannya tak pernah dituliskan.
- Allah memakai kata mendustakan, bukan melupakan. Menolak. Tak bersyukur disebut sebagai bentuk penolakan, bukan sekadar lalai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.