فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kedua puluh sembilan setelah citra perlindungan: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang terus menjaga ritme reflektif, menegaskan bahwa perlindungan dan kehormatan pun termasuk nikmat yang mudah dilupakan untuk disyukuri.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13). Ini kemunculan terakhir refrain di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran bidadari yang terpelihara.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang pertanyaan yang sama untuk kesekian kalinya. Kalimat yang persis. Yang diulang bukan keterangannya, melainkan pertanyaannya.
- Bentuk yang dipakai kalian berdua. Jin dan manusia. Dua jenis makhluk disapa bersama di tiap pengulangan.
- Allah menaruhnya sesudah gambaran yang terpelihara. Sesudah tiap nikmat. Yang paling mudah dilupakan diangkat lewat pertanyaan, bukan lewat perintah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.