فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein ketiga puluh setelah pengulangan penekanan kemurnian: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan konsisten yang terus menutup setiap unit deskripsi dengan ajakan refleksi yang sama.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13). Ini kemunculan terakhir refrain di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah penegasan kesucian pasangan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup rangkaian pengulangan dengan kemunculan terakhirnya di surah ini. Sesudah puluhan kali. Yang berulang berhenti tanpa penanda bahwa ia berhenti.
- Letaknya sesudah penegasan tentang kemurnian. Tiap unit ditutup. Keterangan tak pernah dibiarkan berdiri tanpa pertanyaannya.
- Allah memakainya sebagai ketukan, bukan sebagai keterangan baru. Berulang. Yang menahan pembacanya bukan isinya, melainkan iramanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.