مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ
Mereka bersandar pada bantal-bantal hijau dan permadani-permadani yang indah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍmuttaki'iina 'alaa rafrafin khudhrinmereka bersandar pada bantal-bantal hijau
- وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍwa-'abqariyyin hisaanindan permadani-permadani yang indah
Terjemahan per kata (6 kata)
- مُتَّكِئِينَmuttaki'iinabersandar
- عَلَىٰ'alaaatas
- رَفْرَفٍrafrafinbantal hijau
- خُضْرٍkhudhrinhijau
- وَعَبْقَرِيٍّwa-'abqariyyindan permadani indah
- حِسَانٍhisaaninyang indah
Inti bacaan
Kenyamanan fisik yang detail: 'mereka bersandar pada bantal-bantal hijau dan permadani-permadani yang indah', warna hijau yang konsisten muncul sebagai simbol kesuburan dan ketenangan sepanjang surah ini, elemen estetis yang memperkaya gambaran kenyamanan bukan sekadar fungsi semata.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi gambaran kenyamanan fisik penghuni taman kedua.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut warnanya hijau. Bukan emas. Hijau.
- Dua benda disebut: bantal dan permadani. Yang disandari. Dan yang diduduki.
- Warna itu muncul berulang di surah yang sama. Allah memakainya konsisten. Yang menenangkan mata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-k-a, r-f-r-f, kh-d-r, '-b-q-r, h-s-n): muttaki'iin alaa rafraf khudr wa abqariyy hisaan diterjemahkan 'bersandar di bantal hijau & permadani indah' (akar w-k-' + akar r-f-r-f + akar kh-d-r + akar '-b-q-r + akar h-s-n). Selaras.