فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein ketiga puluh satu, kemunculan terakhir dalam surah: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', penutup rangkaian panjang refrein yang telah muncul puluhan kali, menegaskan bahwa daftar nikmat yang perlu direnungkan sesungguhnya tak terhingga jumlahnya.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13). Ini kemunculan terakhir refrain di surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menjadi kemunculan refrain terakhir dalam surah, menutup seluruh rangkaian anugerah yang disebutkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang pertanyaan yang sama menjelang penutup surah. Kalimatnya persis. Yang diulang tiga puluh satu kali berakhir di tempat yang sama seperti ia dimulai.
  • Allah menaruhnya sesudah menggambarkan taman yang kedua. Sebagai jeda. Setiap kali sesuatu dilukiskan, pembacanya diminta berhenti dan menghitung.
  • Sapaan yang Dia pakai tetap kalian berdua sampai ke ujung. Jin dan manusia. Tak satu pun dari keduanya dilepaskan dari pertanyaan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.