وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَwa-lahmi thayrin mimmaa yasytahuunadan daging burung dari apa yang mereka inginkan
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَلَحْمِwa-lahmidan daging
- طَيْرٍthayrinburung
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- يَشْتَهُونَyasytahuunamereka inginkan
Inti bacaan
Kelengkapan kuliner: 'dan daging burung dari apa yang mereka inginkan', variasi pangan yang lengkap mencakup dari buah hingga daging, menegaskan bahwa gambaran kenikmatan menyentuh seluruh aspek kebutuhan, bukan hanya satu jenis kesenangan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (وَلَحْمِ طَيْرٍ, wa-lahmi thairin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 56:21. Di tempat lain daging disebut tanpa menyebutkan jenisnya. Di 52:22, misalnya, yang disebut hanya daging begitu saja. Jadi penyebutan jenis burung khusus ada di ayat ini.
Rangkaian (مِمَّا يَشْتَهُونَ, mimmaa yasytahuun) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 52:22, 56:21, dan 77:42. Ketiganya menyangkut hidangan di taman. Kata kerjanya sendiri, (يَشْتَهُونَ, yasytahuun), muncul 5 kali, yaitu di 16:57, 34:54, 52:22, 56:21, dan 77:42. Dua yang belum disebut menarik untuk diperhatikan. Di 16:57 kata itu dipakai untuk mencela: mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan sedangkan bagi diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan. Di 34:54 kata itu dipakai untuk penghalangan: dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan. Jadi dari lima kemunculannya, dua menyangkut keinginan yang tercela atau yang dihalangi, dan tiga menyangkut keinginan yang dipenuhi.
Yang paling perlu diperhatikan adalah bandingannya dengan 52:22. Ayat itu menyebut buah dan daging sekaligus dalam satu kalimat, dan keduanya diterangkan dengan satu keterangan yang sama, yaitu dari apa yang mereka inginkan. Surah ini memecahnya menjadi dua ayat, dan yang lebih penting, memakai kata kerja yang berbeda untuk masing-masing. Buah di 56:20 diterangkan dengan kata memilih, sedangkan daging di ayat ini diterangkan dengan kata menginginkan.
Perbedaan dua kata itu nyata. Memilih menyangkut menimbang di antara yang tersedia; menginginkan menyangkut dorongan yang datang dari dalam diri. Yang pertama bertolak dari apa yang ada di hadapan, yang kedua dari apa yang terasa di dalam. Surah 52 memakai satu kata untuk dua hidangan; surah ini memakai dua kata untuk dua hidangan. Bahasa Indonesia menerjemahkan keduanya dengan susunan yang mirip, dan pembedaan itu mudah lewat begitu saja.
Perlu dicatat bahwa kata dagingnya bersandar pada kata burung tanpa penanda takrif pada keduanya, sehingga yang disebut bukan burung tertentu melainkan jenisnya secara umum.
Ada satu hal lagi pada susunan bendanya. Kata daging bersandar pada kata burung, dan sandaran semacam itu dalam bahasa Arab menyatakan hubungan jenis, bukan kepemilikan. Jadi yang dimaksud daging berjenis burung, bukan daging milik burung tertentu. Bahasa Indonesia "daging burung" kebetulan menghasilkan hubungan yang sama, sehingga di sini kedua bahasa bertemu tanpa kehilangan apa pun. Yang tetap berbeda cuma jumlah katanya: aslinya dua kata yang menempel rapat, sedangkan terjemahannya dua kata yang berdiri terpisah dan lebih longgar terdengarnya.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan daftar kenikmatan makanan golongan yang paling dahulu. Urutannya patut dicatat. Buah lebih dulu, daging kemudian. Kebiasaan jamuan manusia menaruh hidangan berat di depan dan buah sebagai penutup. Di sini urutannya terbalik, dan itu sudah disinggung pada ayat sebelumnya. Yang ringan mendahului, dan susunannya tidak mengikuti kebiasaan siapa pun.
Yang berubah pada ayat ini adalah kata yang menerangkan cara memperolehnya. Buah diterangkan dengan kata memilih; daging diterangkan dengan kata menginginkan. Dua kata itu tidak sama. Memilih menyangkut menimbang di antara yang terhidang, sedangkan menginginkan menyangkut dorongan dari dalam diri yang muncul sebelum apa pun terhidang. Surah 52 menyebut buah dan daging bersama-sama dengan satu keterangan saja; surah ini memberi masing-masing keterangannya sendiri.
Yang dijanjikan pun berbeda takarannya karena itu. Untuk buah, yang dijamin adalah pilihannya di tangan mereka. Untuk daging, yang dijamin adalah keinginannya terpenuhi. Satu menyangkut kewenangan, satu menyangkut kepuasan. Keduanya bisa saja tidak berjalan bersama di dunia: orang bisa punya banyak pilihan tanpa satu pun yang benar-benar ia inginkan, atau menginginkan sesuatu yang tidak tersedia untuk dipilih.
Perlu dicatat bahwa sampai di sini hidangan disebut dua jenis saja, dan tidak ada satu pun yang disebut jumlahnya. Yang dirinci bukan banyaknya melainkan hubungannya dengan orang yang menerimanya.
Renungan dan Hikmah
- Pilihannya disandarkan Allah pada keinginan mereka. Bukan menu tetap. Apa yang mereka mau.
- Daging disebut sesudah buah. Yang ringan dulu. Yang berat kemudian.
- Kelengkapannya ditunjukkan Allah lewat urutan, bukan lewat jumlah. Bukan disebut banyak. Disebut lengkap.
- Ayat 52:22 menyebut buah dan daging sekaligus dalam satu kalimat, dan keduanya diterangkan dengan satu keterangan yang sama, yaitu dari apa yang mereka inginkan. Surah ini memecahnya menjadi dua ayat, dan yang lebih penting, Allah memakai kata kerja berbeda untuk masing-masing. Buah di 56:20 diterangkan dengan kata memilih; daging di ayat ini dengan kata menginginkan. Dua kata itu tidak sama artinya. Memilih menyangkut menimbang di antara yang sudah terhidang, sedangkan menginginkan menyangkut dorongan yang datang dari dalam diri sebelum apa pun terhidang. Yang pertama bertolak dari apa yang ada di hadapan, yang kedua dari apa yang terasa di dada. Bahasa Indonesia menerjemahkan keduanya dengan susunan yang mirip, dan pembedaan sehalus itu mudah lewat begitu saja saat dibaca cepat. Ketelitian sekecil itu justru yang membedakan janji yang umum dari janji yang mengena. Ayat sependek ini menyimpan pembedaan yang tidak main-main.
- Untuk buah, yang dijamin Allah adalah pilihannya berada di tangan mereka. Untuk daging, yang dijamin adalah keinginannya terpenuhi. Satu menyangkut kewenangan, satu menyangkut kepuasan, dan keduanya tidak selalu berjalan bersama. Di dunia orang bisa punya banyak pilihan tanpa satu pun yang benar-benar ia inginkan, seperti orang yang membuka lemari penuh pakaian lalu merasa tidak ada yang cocok. Sebaliknya orang bisa menginginkan sesuatu yang memang tidak tersedia untuk dipilih, dan itu bentuk kekurangan yang lain lagi. Dua ayat berurutan ini menjamin dua-duanya sekaligus. Kalau kita telusuri keluhan kita sendiri tentang hidup sehari-hari, berapa banyak yang sebenarnya jatuh ke salah satu dari dua celah itu? Yang dijanjikan bukan tambahan barang, melainkan hilangnya dua bentuk kekurangan sekaligus. Ayat sependek ini menyimpan pembedaan yang tidak main-main.
- Kata kerja untuk menginginkan di ayat ini muncul lima kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 16:57, 34:54, 52:22, 56:21, dan 77:42. Tiga di antaranya menyangkut hidangan di taman. Dua sisanya berlainan arah sama sekali. Di 16:57 kata itu dipakai untuk mencela, ketika mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan sedangkan bagi diri sendiri apa yang mereka inginkan. Di 34:54 kata itu dipakai untuk penghalangan, ketika dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan. Jadi satu kata menampung keinginan yang tercela, keinginan yang dihalangi, dan keinginan yang dipenuhi. Yang membedakan bukan keinginannya melainkan siapa yang menginginkan dan apa yang diinginkannya. Keinginan sendiri bukan cacat; arahnya yang menentukan. Menyalahkan keinginan sebagai pangkal masalah ternyata bukan cara kitab ini berbicara. Ayat sependek ini menyimpan pembedaan yang tidak main-main.