لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

Mereka tidak mendengar di sana percakapan yang sia-sia dan tidak percakapan yang menimbulkan dosa,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًاlaa yasma'uuna fiihaa laghwanmereka tidak mendengar di sana percakapan yang sia-sia
  2. وَلَا تَأْثِيمًاwa-laa ta'tsiimandan tidak percakapan yang menimbulkan dosa
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Lingkungan sosial yang bersih: 'di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak pula percakapan yang menimbulkan dosa', gambaran ideal komunikasi tanpa gosip atau ucapan merugikan, standar yang layak diusahakan bahkan dalam interaksi sosial di dunia.