وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

Dan mereka berkata, “Apabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَكَانُوا يَقُولُونَwa-kaanuu yaquuluunadan mereka berkata
  2. أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًاa-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban wa-izhaamanapabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang
  3. أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَa-innaa la-mab'uutsuunaapakah kami benar-benar akan dibangkitkan
Catatan pilihan kata (ringkas)

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'And said: “When we are dead and are dust and bones, will we be raised,' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Aplikasi

Keraguan terhadap kebangkitan yang diungkapkan terang-terangan: 'apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?', pertanyaan retoris yang menyiratkan ketidakpercayaan, sikap yang akan segera dibantah dengan argumen logis pada ayat-ayat berikutnya.