أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ

Maka, apakah dengan tuturan ini kalian meremehkan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِa-fa-bi-haadzaa l-hadiitsimaka, apakah dengan tuturan ini
  2. أَنْتُمْ مُدْهِنُونَantum mudzinuunakalian meremehkan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an) Is it then this narration you disdain terjemahan lain/sebagian penerjemah menerjemahkan *hadiith* di sini sbg 'kisah/berita/pemberitaan/narasi', terjemahan ini mempertahankan transliterasi scr sengaja. Mempertahankan 'hadits' (bukan menerjemahkannya jadi 'kisah/berita') sengaja membuat pembaca berhenti sejenak, sebab kata yg sama, dipakai Qur'an utk DIRINYA SENDIRI, kini lazim dipahami sbg korpus TERPISAH dari Qur'an. ayat semacam ini TIDAK bisa dibaca sbg putusan hukum atas kewenangan riwayat Nabi, ia hanya mencatat bahwa PENAMAAN korpus itu 'hadiith' bukan berasal dari pemakaian Qur'ani sendiri. Kewenangan riwayat itu sendiri di luar cakupan pilihan-kata ini. Bagian kelompok 'haadhaa l-hadiith' = Qur'an (dossier). *mudhinuun* diterjemahkan 'kau remehkan' (terjemahan lain 'menganggap remeh', selaras); sebagian penerjemah 'disdain' setara.

Aplikasi

Konfrontasi terhadap sikap meremehkan: 'apakah hadits ini kau remehkan?', pertanyaan tajam yang menantang sikap acuh tak acuh terhadap pesan penting, menuntut pertanggungjawaban atas respons yang tidak serius.