يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۚ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dia berilmu akan segala isi hati.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِyuuliju l-layla fii n-nahaariDia memasukkan malam ke dalam siang
  2. وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِwa-yuuliju n-nahaara fii l-laylidan memasukkan siang ke dalam malam
  3. وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِwa-huwa aliimun bi-dzaati s-suduuriDia berilmu akan segala isi hati
Aplikasi

Siklus alam sebagai pengingat kendali: 'Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam', fenomena harian yang begitu biasa hingga jarang direnungkan, padahal menunjukkan keteraturan yang konsisten dan terkendali di luar campur tangan manusia.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'He makes the night enter into the day, and makes the day enter into the night.