يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Pada hari engkau melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, “Ada berita gembira bagi kalian pada hari ini, taman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, kalian kekal di dalamnya.” Itulah kemenangan yang agung.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِyawma taraa l-mu'miniina wa-l-mu'minaatipada hari engkau melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan
- يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْyas'aa nuuruhum bayna aydiihim wa-bi-aymaanihimcahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka
- بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَbusyraakumu l-yawmaada berita gembira bagi kalian pada hari ini
- جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُjannaatun tajrii min tahtihaa l-anhaarutaman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya
- خَالِدِينَ فِيهَاkhaalidiina fiihaakalian kekal di dalamnya
- ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُdzaalika huwa l-fawzu l-'azhiimuitulah kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (22 kata)
- يَوْمَyawmahari
- تَرَىtaraaengkau melihat
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- وَالْمُؤْمِنَاتِwa-l-mu'minaatidan perempuan-perempuan beriman
- يَسْعَىٰyas'aabersegera
- نُورُهُمْnuuruhumcahaya mereka
- بَيْنَbaynadi antara
- أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
- وَبِأَيْمَانِهِمْwa-bi-aymaanihimdan di kanan mereka
- بُشْرَاكُمُbusyraakumukabar gembira kalian
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- جَنَّاتٌjannaatuntaman-taman
- تَجْرِيtajriimengalir
- مِنْmindari
- تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- هُوَhuwaitulah
- الْفَوْزُl-fawzukemenangan
- الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung
Inti bacaan
Visualisasi cahaya sebagai representasi amal: 'cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka', gambaran konkret bahwa kualitas hidup batin akan termanifestasi secara visual pada hari perhitungan, dorongan untuk membangun 'cahaya' tersebut melalui tindakan nyata sejak sekarang.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja yang dipakai untuk cahaya di ayat ini bukan kata yang berarti bersinar. Rangkaian (يَسْعَىٰ نُورُهُمْ, yas'aa nuuruhum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini, dan kata kerjanya berarti bergerak cepat, berlari, atau bergegas. Terjemahan kami "memancar" menyampaikan terangnya tetapi tidak menyampaikan geraknya, sebab bahasa Indonesia tidak punya satu kata yang menampung keduanya sekaligus. Gambar aslinya bukan lampu yang menerangi dari atas, melainkan cahaya yang berlari mendahului pemiliknya.
Arah geraknya disebut dua-duanya. Rangkaian (بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ, bayna aydiihim wa-bi-aymaanihim) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 57:12 dan 66:8. Kedua ayat itu menggambarkan pemandangan yang sama pada hari yang sama, dengan kalimat yang hampir sepenuhnya sejajar. Depan dan kanan disebut, sedangkan belakang dan kiri tidak, dan penghilangan itu sama tetapnya di kedua tempat.
Dua kelompok disebut terpisah di awal ayat, laki-laki dan perempuan, masing-masing dengan bentuk katanya sendiri. Bahasa Arab sebenarnya bisa memakai satu bentuk jamak laki-laki untuk mencakup keduanya, dan itu yang biasa dipakai di banyak ayat lain. Di sini bentuknya dibelah, dan terjemahan kami mengikuti pembelahan itu dengan menyebut keduanya, bukan menyingkatnya menjadi "orang-orang mukmin" saja. Pola yang sama muncul lagi di ayat berikutnya untuk kelompok yang berlawanan, sehingga pembelahan tersebut jelas disengaja dan bukan kebetulan satu ayat.
Kabar gembiranya diucapkan dalam bentuk kutipan langsung, tanpa disebutkan siapa yang mengucapkan. Terjemahan kami membiarkannya begitu dan tidak menambahkan "(dikatakan kepada mereka)" di dalam kurung. Kalimat yang datang tanpa penutur di dalam pemandangan seperti ini adalah cara teks aslinya bekerja, dan menambahkan penutur akan mengubah suara yang muncul entah dari mana menjadi laporan biasa.
Penutupnya, (الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, al-fawzu l-'azhiimu), muncul 13 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 4:13, 5:119, 9:72, 9:89, 57:12, dan 61:12. Kata sifatnya kami terjemahkan "agung", dipakai secara seragam untuk kata itu di seluruh proyek, dan dibedakan dari "besar" yang dipakai untuk kata lain. Jangkar konkret keluarga kata ini adalah tulang, yaitu yang besar dan menopang, dan KBBI mencatat "agung" berarti besar, mulia, luhur.
Satu catatan tentang kata untuk taman. Yang tertulis berbentuk jamak, dan terjemahan kami "taman-taman" mengikuti bentuk itu, bukan menyingkatnya menjadi bentuk tunggal seperti yang lazim dipakai terjemahan lain. Bentuk jamaknya berulang di sangat banyak ayat, dan menyeragamkan seluruhnya menjadi tunggal akan menghapus satu pilihan yang tetap terjaga di teks aslinya.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan sambutan cahaya bagi orang-orang beriman pada Hari Kiamat, disertai kabar gembira langsung ditujukan kepada mereka. Yang membuat gambarannya khas adalah bahwa cahaya itu bergerak, bukan menerangi dari tempat yang tetap.
Kata kerjanya berarti berlari atau bergegas. Cahaya di sini tidak turun dari atas seperti lampu yang dipasang untuk semua orang; ia berlari mendahului pemiliknya masing-masing. Artinya cahaya tersebut melekat pada orangnya, bukan pada tempatnya. Di ruang yang sama, satu orang bisa terang dan orang di sebelahnya gelap, sebab yang menerangi bukan ruangnya.
Arah yang disebut juga bukan sembarang. Depan adalah arah yang dituju, dan kanan adalah arah yang di seluruh Al-Qur'an dikaitkan dengan catatan amal yang diterima dengan baik. Yang tidak disebut adalah belakang dan kiri. Cahaya itu menerangi ke mana orangnya akan pergi, bukan dari mana ia datang, dan itu cocok dengan keadaan hari tersebut: yang di belakang sudah selesai dan tidak perlu dilihat lagi.
Kelompoknya disebut dua-duanya, laki-laki dan perempuan, dengan bentuk kata yang terpisah. Pembelahan itu diulang di ayat berikutnya untuk kelompok yang berlawanan. Susunan tersebut menutup satu penafsiran yang mudah diselipkan orang, yaitu bahwa pemandangan seperti ini sebenarnya sedang berbicara kepada sebagian orang saja.
Kabar gembiranya datang tanpa penutur yang disebutkan. Suara itu muncul begitu saja di tengah pemandangan, memakai kata ganti "kalian", langsung kepada mereka yang sedang berjalan dengan cahayanya. Yang perlu diperhatikan, kabar itu disampaikan pada hari itu juga, bukan ditunda sampai perhitungan selesai. Sambutannya diberikan di pintu, sebelum apa pun dijelaskan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut cahayanya bergerak di depan mereka. Bukan menerangi dari atas. Ia berjalan bersama.
- Lelaki dan perempuan disebut bersama. Bukan salah satu. Keduanya membawa cahaya.
- Kabar gembiranya diucapkan Allah pada hari itu juga. Bukan ditunda. Sambutannya di pintu.
- Kata kerja yang dipakai berarti berlari atau bergegas, bukan bersinar. Gambarannya bukan lampu yang dipasang di langit-langit lalu menerangi semua orang yang kebetulan ada di bawahnya, melainkan cahaya yang berlari mendahului pemiliknya masing-masing. Artinya terang itu melekat pada orangnya, bukan pada tempatnya. Di ruang yang sama, satu orang bisa terang benderang dan orang yang berdiri persis di sebelahnya tetap gelap. Keadaan seperti itu tidak ada bandingannya di dunia, sebab di sini penerangan selalu urusan ruangan: siapa pun yang masuk ke kamar yang sama mendapat terang yang sama, tanpa peduli siapa dia. Ayat ini menggambarkan tempat di mana berdiri berdampingan tidak lagi berarti berbagi keadaan, dan itu satu-satunya alasan mengapa permintaan di ayat berikutnya bisa ditolak. Yang menerangi orang di sana adalah sesuatu yang ia bawa sendiri dari jauh sebelum hari itu.
- Dua arah disebut, dan dua arah lain tidak. Yang disebut adalah depan dan kanan; yang tidak disebut adalah belakang dan kiri. Penghilangan itu tetap sama di ayat lain yang menggambarkan pemandangan serupa, jadi ia bukan kebetulan susunan kalimat. Depan adalah arah yang dituju, dan kanan sepanjang Al-Qur'an dikaitkan dengan catatan amal yang diterima. Cahaya itu, dengan kata lain, menerangi ke mana orangnya akan pergi, bukan dari mana ia datang. Bagi pembaca yang masih hidup, susunan tersebut mengandung kabar yang menenangkan sekaligus menuntut. Yang di belakang sudah selesai dan tidak akan disorot lagi di hari itu, tetapi terang yang menyorot ke depan besok justru sedang dikumpulkan dari langkah-langkah yang diambil sekarang. Allah menerangi arah maju, dan itu berarti perjalanannya belum selesai di pintu.
- Kabar gembira di ayat ini diucapkan pada hari itu juga, bukan sesudah semuanya selesai dihitung. Urutan tersebut tidak biasa. Dalam pengalaman manusia, kabar baik selalu datang di ujung: sesudah berkas diperiksa, sesudah sidang, sesudah pengumuman. Di sini sambutannya diberikan lebih dahulu, di pintu, sebelum apa pun dijelaskan kepada mereka. Allah tidak membiarkan orang yang datang dengan cahayanya berdiri menunggu dalam keraguan. Ada yang perlu dipetik dari urutan itu oleh siapa pun yang pernah menunggu kepastian dengan cemas. Menunggu yang paling melelahkan bukan menunggu yang lama, melainkan menunggu tanpa tanda apa pun tentang arah keputusannya. Apakah cara saya memperlakukan orang yang menunggu kabar dari saya sudah sedikit pun menyerupai ini? Kepastian yang diberikan lebih awal meringankan seluruh sisa perjalanannya.