الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ ۗ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain kikir. Siapa yang berpaling, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِalladziina yabkhaluuna wa-ya'muruuna n-naasa bi-l-bukhliorang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain kikir
  2. وَمَنْ يَتَوَلَّwa-man yatawalladan siapa yang berpaling
  3. فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُfa-inna llaaha huwa l-ghaniyyu l-hamiidumaka, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji
Aplikasi

Kritik terhadap kekikiran sistemik: 'orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain (berbuat) kikir', pengenalan bahwa kekikiran bisa menjadi pola yang disebarluaskan secara aktif, bukan sekadar sikap pasif individu, peringatan untuk tidak menormalisasi atau mempromosikan sikap pelit kepada orang lain.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

hamiid diterjemahkan 'Sang Terpuji' (takrif corpus); pasangan belum-dibedah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, passthrough); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid). Lih.. sebagian penerjemah: 'Those who are miserly, and enjoin miserliness upon men. of dhammahuu'; hamd ≠ madh (hanya utk yang bergantung kehendak); hamd ≠ shukr ('shukr is only on account of favour received; hamd… sometimes from other causes'; yang tertimpa musibah ber-alhamdulillaah, 'no worldly blessing'); hamiid = 'laudatus' dua-arah: praised AND praiseworthy.