ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Kemudian, Kami meneruskan jejak mereka dengan rasul-rasul Kami, dan Kami meneruskan dengan Isa putra Maryam serta Kami memberikan Injil kepadanya. Kami menjadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya iba dan rahmat. Dan kerahiban yang mereka ada-adakan, tidak Kami wajibkan atas mereka, kecuali mencari keridaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka, Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahala mereka, dan banyak di antara mereka fasik.
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَاtsumma qaffaynaa 'alaa aatsaarihim bi-rusulinaakemudian, Kami meneruskan jejak mereka dengan rasul-rasul Kami
- وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَwa-qaffaynaa bi-'iisaa bni maryama wa-aataynaahu l-injiiladan Kami meneruskan dengan Isa putra Maryam serta Kami memberikan Injil kepadanya
- وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةًwa-ja'alnaa fii quluubi lladziina ttaba'uuhu ra'fatan wa-rahmatandan Kami menjadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya iba dan rahmat
- وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِwa-rahbaaniyyatan ibtada'uuhaa maa katabnaahaa 'alayhim illaa btighaa'a ridhwaani llaahidan kerahiban yang mereka ada-adakan, tidak Kami wajibkan atas mereka, kecuali mencari keridaan Allah
- فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَاfa-maa ra'awhaa haqqa ri'aayatihaalalu, mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya
- فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْfa-aataynaa lladziina aamanuu minhum ajrahummaka, Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahala mereka
- وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَwa-katsiirun minhum faasiquunadan banyak di antara mereka fasik
Terjemahan per kata (39 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- قَفَّيْنَاqaffaynaaKami iringkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- آثَارِهِمْaatsaarihimjejak mereka
- بِرُسُلِنَاbi-rusulinaakepada rasul-rasul Kami
- وَقَفَّيْنَاwa-qaffaynaadan Kami susulkan
- بِعِيسَىbi-'iisaadengan Isa
- ابْنِbniputra
- مَرْيَمَmaryamaMaryam
- وَآتَيْنَاهُwa-aataynaahudan Kami memberinya
- الْإِنْجِيلَl-injiilaInjil
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- فِيfiidalam
- قُلُوبِquluubihati
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اتَّبَعُوهُttaba'uuhumereka mengikutinya
- رَأْفَةًra'fatankasih sayang
- وَرَحْمَةًwa-rahmatandan rahmat
- وَرَهْبَانِيَّةًwa-rahbaaniyyatandan kerahiban
- ابْتَدَعُوهَاibtada'uuhaamereka mengada-adakannya
- مَاmaatidaklah
- كَتَبْنَاهَاkatabnaahaaKami mewajibkannya
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- إِلَّاillaakecuali
- ابْتِغَاءَbtighaa'amencari
- رِضْوَانِridhwaanikeridaan
- اللَّهِllaahiAllah
- فَمَاfa-maamaka tidak
- رَعَوْهَاra'awhaamereka memeliharanya
- حَقَّhaqqabenar
- رِعَايَتِهَاri'aayatihaamemeliharanya
- فَآتَيْنَاfa-aataynaamaka Kami berikan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- أَجْرَهُمْajrahumpahala mereka
- وَكَثِيرٌwa-katsiirundan banyak
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- فَاسِقُونَfaasiquunaorang-orang fasik
Inti bacaan
Kritik terhadap inovasi ibadah berlebihan: 'rahbaniah (berlebih-lebihan dalam beribadah) yang mereka ada-adakan. Padahal, Kami tidak mewajibkannya kepada mereka. lalu mereka tidak memeliharanya dengan sebaik-baiknya', peringatan bahwa menciptakan kewajiban ibadah tambahan di luar yang ditetapkan berisiko berujung pada ketidakkonsistenan, lebih baik menjalankan yang diwajibkan dengan sungguh-sungguh daripada menambah beban yang akhirnya terbengkalai.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memuat empat rangkaian yang tidak dipakai di ayat lain mana pun, dan keempatnya memikul bagian yang berbeda dari satu cerita yang sama. Rangkaian (رَأْفَةً وَرَحْمَةً, ra'fatan wa-rahmatan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Kata (وَرَهْبَانِيَّةً, wa-rahbaaniyyatan), "dan kerahiban", juga muncul 1 kali. Kata (ابْتَدَعُوهَا, ibtada'uuhaa), "yang mereka ada-adakan", muncul 1 kali pula. Ketiganya berada di ayat ini. Maksud yang disebut sesudah kata kecuali memakai kata (ابْتِغَاءَ, ibtighaa'a), "mencari", yang dipakai 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:207, 2:265, 4:114, 13:22, dan 57:27; yang jarang bukan kata mencarinya, melainkan apa yang disebut sebagai yang dicari di sini.
Kata kerja pembukanya berarti menyusulkan sesuatu di belakang jejak yang sudah ada, dari akar yang juga dipakai untuk tengkuk, yaitu bagian belakang. Bentuk yang dipakai di sini, (قَفَّيْنَا, qaffaynaa), muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:87, 5:46, dan 57:27, dan pada ketiganya yang disusulkan selalu berupa utusan yang datang mengikuti utusan sebelumnya. Terjemahan kami "meneruskan jejak mereka" berusaha membawa gambar berjalan di belakang itu, bukan sekadar mengutus.
Sebutan yang dipakai di sini, (بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ, bi-'iisa bni maryama), muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:46 dan 57:27. Kedua ayat itu memakai kata kerja yang sama untuk mendahuluinya dan sama-sama menyebut Injil sesudahnya, sehingga keduanya terbaca sebagai dua laporan atas peristiwa yang sama dengan penekanan berbeda. Di 5:46 yang ditekankan isi Injilnya; di sini yang ditekankan apa yang terjadi pada hati para pengikutnya sesudah itu.
Dua kata yang dijadikan Allah di hati mereka berdiri tanpa kata sandang, dan kami terjemahkan "iba dan rahmat", bukan "kesantunan dan kasih sayang". Kata pertamanya menyangkut rasa tidak tega melihat penderitaan, sedangkan kata kedua lebih luas dan mencakup pemberian. Dua kata yang berbeda di teks asli tetap dua kata yang berbeda di terjemahan.
Susunan anak kalimat pengecualiannya adalah bagian yang paling sering diubah terjemahan lain. Yang tertulis berbunyi bahwa kerahiban itu mereka ada-adakan, dan Allah tidak mewajibkannya atas mereka, kecuali mencari keridaan-Nya. Kami mengikuti susunan itu apa adanya. Tambahan "(mengutus)" dua kali, "(pula dengan mengutus)", "(berlebih-lebihan dalam beribadah)", dan "(mereka mengada-adakannya dengan tujuan)" seluruhnya kami hapus, sebab tidak satu pun tertulis di teks Arab dan yang terakhir memutuskan sendiri bacaan atas anak kalimat yang memang terbuka.
Kalimat penutupnya adalah rumusan yang menjadi ciri surah ini. Rangkaian (وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ, wa-katsiirun minhum faasiquuna) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 57:16, 57:26, dan 57:27, dan ketiganya berada di dalam surah ini saja. Ini yang ketiga dan yang terakhir.
Tafsiran
Ayat ini mencatat pengutusan Isa dan Injil, serta lahirnya tradisi kerahiban yang diciptakan sendiri oleh pengikutnya, bukan kewajiban dari Allah, namun tidak dipelihara dengan semestinya. Susunannya bergerak dari pemberian, ke tambahan yang dibuat sendiri, lalu ke penilaian.
Yang disebut lebih dahulu adalah apa yang Allah jadikan di hati mereka: iba dan rahmat. Dua hal itu dinisbatkan kepada-Nya, bukan kepada usaha mereka. Baru sesudahnya disebut sesuatu yang mereka ada-adakan sendiri. Pembagian itu berjalan sepanjang ayat: yang lembut datang dari sana, yang keliru datang dari sini.
Yang menarik, teguran yang menyusul bukan karena mereka mengada-adakannya. Kalimatnya menyebut bahwa mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Jadi yang dipersoalkan adalah janji yang mereka buat sendiri lalu tidak mereka tepati. Beban yang dipasang sendiri ternyata tetap mengikat orang yang memasangnya, dan itu keterangan yang berlaku jauh melampaui perkara di ayat ini.
Anak kalimat pengecualiannya menyimpan satu hal lagi. Yang disebut sebagai yang tidak diwajibkan adalah bentuk hidupnya, sedangkan yang disebut sesudah kata kecuali adalah maksudnya, yaitu mencari keridaan Allah. Susunan itu memisahkan dua hal yang biasanya dianggap satu: niat yang benar, dan bentuk yang dipilih untuk menjalankannya. Niatnya tidak dipersoalkan sama sekali.
Kalimat terakhirnya adalah rumusan yang sudah dipakai dua kali sebelumnya di surah ini, dan ini pemakaian yang ketiga sekaligus yang terakhir. Tiga kelompok yang berbeda zaman dinilai dengan satu kalimat yang sama persis, dan pada ketiganya yang beriman tetap disebut menerima balasannya lebih dahulu sebelum penilaian itu diucapkan.
Renungan dan Hikmah
- Kerahiban itu disebut sesuatu yang mereka ada-adakan, dan Allah menegaskan 'Kami tidak mewajibkannya kepada mereka'. Beban yang tak diminta dipasang sendiri. Menambahkan tuntutan di atas yang diwajibkan terasa seperti kesungguhan, dan ayat ini menyebutnya dengan nama lain.
- Teguran yang menyusul bukan karena mereka mengada-adakannya, melainkan karena 'mereka tidak memeliharanya dengan sebaik-baiknya'. Yang dipersoalkan janji yang mereka buat sendiri lalu tak mereka tepati. Beban yang dipasang sendiri tetap mengikat orang yang memasangnya.
- Sebelum kritik itu, disebutkan bahwa Allah menjadikan dalam hati para pengikutnya iba dan rahmat. Yang baik pada mereka dinisbatkan kepada-Nya, yang keliru kepada mereka sendiri. Susunan itu berlaku umum: yang lembut di dalam diri seseorang jarang merupakan hasil usahanya.
- Anak kalimat pengecualian di ayat ini memisahkan dua hal yang biasanya dianggap satu. Yang disebut tidak diwajibkan adalah bentuk hidup yang mereka pilih; yang disebut sesudah kata kecuali adalah maksud yang mendorongnya, yaitu mencari keridaan Allah. Kata untuk mencari yang dipakai di situ sendiri lazim, dipakai 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:207, 2:265, 4:114, dan 13:22; yang tidak lazim adalah apa yang disebut sebagai yang dicari. Yang perlu diperhatikan, niatnya tidak dipersoalkan sama sekali. Allah tidak berkata mereka berpura-pura atau mencari perhatian; yang disebut justru bahwa mereka memang mencari keridaan-Nya. Pemisahan itu melegakan sekaligus menuntut. Melegakan, sebab kesungguhan yang tulus diakui apa adanya. Menuntut, sebab ternyata ketulusan saja tidak menjadikan sebuah bentuk otomatis benar, dan orang yang yakin niatnya lurus masih perlu bertanya apakah cara yang ia pilih memang diminta darinya.
- Teguran di ayat ini bukan karena mereka mengada-adakan sesuatu. Kalimatnya menyebut bahwa mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Yang dipersoalkan adalah janji yang mereka buat sendiri lalu tidak mereka tepati. Keterangan itu berlaku jauh melampaui perkara di ayat ini. Orang yang menambahkan tuntutan di atas apa yang diminta darinya sering merasa sedang berbuat lebih, dan karena tambahan itu datang dari kemauannya sendiri, ia merasa berhak menghentikannya kapan saja tanpa akibat apa-apa. Ayat ini menutup perasaan tersebut. Beban yang dipasang sendiri tetap mengikat orang yang memasangnya, dan justru karena tidak ada yang memaksanya memasang, tidak ada pula alasan yang bisa ia ajukan ketika ia melepaskannya. Apa yang pernah saya janjikan kepada diri sendiri dan diam-diam sudah saya tinggalkan?
- Sebelum kritik mana pun disebut, ayat ini lebih dahulu menyebut bahwa Allah menjadikan di hati para pengikut Isa iba dan rahmat. Rangkaian dua kata itu tidak dipakai di ayat lain mana pun. Yang perlu diperhatikan adalah pembagiannya sepanjang ayat: yang lembut dinisbatkan kepada-Nya, yang keliru dinisbatkan kepada mereka sendiri. Pembagian itu berlaku umum dan layak dipikirkan pelan. Sifat lembut yang ada pada seseorang jarang merupakan hasil usahanya; hampir tidak ada orang yang berhasil melatih dirinya menjadi mudah iba dengan cara yang sama seperti ia melatih keterampilan. Ia biasanya sudah ada di sana, atau tidak. Kalau begitu, sifat baik yang kita banggakan pada diri sendiri sebenarnya barang titipan, dan yang benar-benar milik kita justru bagian yang tidak ingin kita akui.