يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Dia menganugerahkan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya dan menjadikan cahaya untuk kalian yang dengannya kalian berjalan serta Dia mengampuni kalian. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-aaminuu bi-rasuulihiwahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya
  2. يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِyu'tikum kiflayni min rahmatihiniscaya Dia menganugerahkan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya
  3. وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِwa-yaj'al lakum nuuran tamsyuuna bihidan menjadikan cahaya untuk kalian yang dengannya kalian berjalan
  4. وَيَغْفِرْ لَكُمْwa-yaghfir lakumdan Dia mengampuni kalian
  5. وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌwa-llaahu ghafuurun rahiimundan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. وَآمِنُواwa-aaminuudan berimanlah kalian
  8. بِرَسُولِهِbi-rasuulihikepada Rasul-Nya
  9. يُؤْتِكُمْyu'tikummemberi kalian
  10. كِفْلَيْنِkiflaynidua bagian
  11. مِنْmindari
  12. رَحْمَتِهِrahmatihirahmat-Nya
  13. وَيَجْعَلْwa-yaj'aldan Dia menjadikan
  14. لَكُمْlakumkepada kalian
  15. نُورًاnuurancahaya
  16. تَمْشُونَtamsyuunakalian berjalan
  17. بِهِbihidengannya
  18. وَيَغْفِرْwa-yaghfirdan Dia mengampuni
  19. لَكُمْlakumkepada kalian
  20. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  21. غَفُورٌghafuurunpengampun
  22. رَحِيمٌrahiimunpengasih

Inti bacaan

Seruan langsung dengan janji ganda: 'bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah menganugerahkan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya', struktur insentif yang jelas antara tindakan (takwa dan iman) dan hasil (rahmat berganda, cahaya penuntun, ampunan), motivasi konkret bagi konsistensi spiritual.

Penjelasan pilihan kata

Kata untuk apa yang dijanjikan di ayat ini tidak dipakai di ayat lain mana pun. Kata (كِفْلَيْنِ, kiflayni) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini, dan bentuknya adalah bentuk khusus untuk dua yang ada di bahasa Arab, terpisah dari bentuk tunggal maupun jamak. Jadi yang dijanjikan bukan "beberapa bagian" melainkan tepat dua, dan terjemahan kami "dua bagian" mengikuti bentuk itu. Bahasa Indonesia harus memakai kata bilangan untuk menyampaikan apa yang di bahasa aslinya sudah ada di dalam bentuk katanya sendiri.

Kata kerja yang menyusul cahaya di ayat ini juga tidak biasa. Bentuk (تَمْشُونَ, tamsyuuna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini, sedangkan bentuk orang ketiganya, (يَمْشُونَ, yamsyuuna), dipakai 6 kali, yaitu di 7:195, 17:95, 20:128, 25:20, 25:63, dan 32:26. Kata untuk cahayanya sendiri lazim: bentuk (نُورًا, nuuran) dipakai 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:174, 6:91, 6:122, 10:5, 24:40, 42:52, 57:13, 57:28, dan 71:16, dan sembilan kemunculan itu tersebar hanya di tujuh surah karena dua surah memuatnya masing-masing dua kali, salah satunya surah ini. Yang perlu diperhatikan adalah kata kerjanya: berjalan, bukan melihat. Cahaya itu tidak disebut sebagai sesuatu yang menerangi pemandangan, melainkan sebagai alat untuk bergerak.

Kata untuk cahaya di sini menyambungkan ayat ini ke dua tempat sebelumnya di dalam surah yang sama. Di 57:12 cahaya orang-orang beriman digambarkan berlari mendahului mereka pada hari itu; di 57:19 ia disebut sebagai milik mereka. Di sini ia disebut sebagai sesuatu yang dijanjikan sekarang untuk dipakai berjalan. Tiga penyebutan itu berjalan mundur dari pemandangan di akhirat menuju pemakaian di dunia.

Seruannya ditujukan kepada orang-orang yang sudah beriman, lalu meminta mereka beriman. Susunan itu terbaca ganjil kalau dianggap pengulangan, dan memang bukan pengulangan: yang diminta adalah bertakwa kepada Allah dan beriman kepada Rasul-Nya, yaitu melanjutkan apa yang sudah diakui ke tempat yang belum sepenuhnya dijalani. Pola yang sama dipakai di 57:8, yang menagih iman dari orang yang perjanjiannya sudah diambil.

Nama diri tidak disebut di teks Arab ayat ini; yang tertulis hanya "Rasul-Nya". Terjemahan kami mempertahankan bentuk itu dan tidak menambahkan nama di dalam kurung, konsisten dengan aturan yang berlaku di seluruh proyek.

Penutupnya, (غَفُورٌ رَحِيمٌ, ghafuurun rahiimun), adalah rumusan yang paling sering dipakai di seluruh Al-Qur'an untuk menutup ayat. Keduanya tanpa kata sandang, sehingga kami terjemahkan "pengampun lagi pengasih" dengan huruf kecil, tanpa awalan "Maha". Bentuk bertanwin yang tak bertakrif seperti ini tetap kami tulis dengan huruf kecil, konsisten dengan larangan superlatif ilahi yang berlaku di seluruh proyek. Kedua kata itu berpola intensif, bukan superlatif, dan ketika bentuk bertakrifnya muncul barulah ia menjadi sebutan, seperti di 39:53 dan 46:8. Pasangan ini juga bukan pengulangan makna: akar yang pertama berarti menutupi, sedangkan akar yang kedua berarti memberi. Menutupi dan memberi adalah dua tindakan yang berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menyeru keimanan penuh kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan janji anugerah ganda berupa rahmat, cahaya penuntun, dan ampunan. Tiga hal dijanjikan, dan ketiganya patut dibaca berurutan.

Yang pertama disebut dengan kata yang tidak dipakai di ayat lain mana pun, dan bentuknya adalah bentuk khusus untuk dua. Jadi yang dijanjikan bukan sekadar rahmat yang banyak, melainkan tepat dua bagian. Ketepatan angka itu mengandaikan sesuatu: ada dua hal yang dihitung, dan yang menerimanya adalah orang yang mengambil dua-duanya.

Yang kedua adalah cahaya, dan kata kerjanya adalah berjalan, bukan melihat. Perbedaan itu menentukan. Cahaya yang dipakai untuk melihat menghasilkan pemandangan, dan pemandangan bisa dinikmati tanpa beranjak. Cahaya yang dipakai untuk berjalan hanya berguna bagi orang yang bergerak, dan bagi orang yang tetap duduk ia sama saja dengan gelap. Kata untuk cahaya di sini mengaitkan ayat ini ke dua tempat sebelumnya di surah yang sama, tempat cahaya digambarkan berlari mendahului pemiliknya pada hari perhitungan.

Yang ketiga adalah ampunan, dan letaknya di akhir itu tidak sepele. Sesudah dua pemberian yang terdengar seperti kelebihan, yang disusulkan justru penghapusan. Susunan itu menutup satu gambaran yang mudah muncul, yaitu bahwa orang yang menerima tambahan sudah selesai urusannya dengan kekurangan. Yang menerima dua bagian rahmat dan cahaya untuk berjalan tetap disebut memerlukan sesuatu yang dihapuskan.

Penutup ayat memakai dua sebutan yang bukan pengulangan satu sama lain. Yang pertama berarti menutupi, yaitu dosanya tetap ada tetapi diselubungi dari akibatnya; yang kedua berarti memberi. Dua tindakan yang berbeda, dan urutan itu masuk akal: yang lama ditutup lebih dahulu, baru yang baru diberikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menjanjikan dua bagian dari rahmat-Nya. Bukan satu. Yang beriman kepada yang terdahulu lalu kepada yang kemudian disebut menerima dua kali.
  • Allah menyebut Dia menjadikan cahaya yang dengannya kalian berjalan. Bukan untuk dilihat. Yang diberikan alat untuk bergerak, bukan pemandangan.
  • Allah menyusulkan pengampunan sesudah dua pemberian tadi. Tiga hal. Yang menerima tambahan tetap disebut memerlukan penghapusan.
  • Kata kerja yang menyusul cahaya di ayat ini adalah berjalan, bukan melihat. Perbedaan itu menentukan seluruh isinya. Cahaya yang dipakai untuk melihat menghasilkan pemandangan, dan pemandangan bisa dinikmati sambil duduk; orangnya menjadi lebih tahu tanpa perlu berpindah ke mana pun. Cahaya yang dipakai untuk berjalan hanya berguna bagi orang yang sedang bergerak, dan bagi orang yang memilih diam ia sama saja dengan gelap. Perbedaan tersebut menjelaskan mengapa dua orang bisa membaca keterangan yang sama, sama-sama mengaku memperoleh terang darinya, dan sepuluh tahun kemudian berdiri di tempat yang berbeda sama sekali. Yang satu memakai cahayanya untuk memandang, yang lain memakainya untuk melangkah. Untuk apa cahaya yang sudah saya terima selama ini saya pakai?
  • Kata yang dipakai untuk rahmat yang dijanjikan tidak muncul di ayat lain mana pun, dan bentuknya adalah bentuk khusus untuk dua yang ada di bahasa Arab, terpisah dari bentuk tunggal maupun jamak. Jadi yang dijanjikan Allah bukan rahmat yang banyak melainkan tepat dua bagian. Ketepatan itu mengandaikan sesuatu: ada dua hal yang dihitung, dan yang menerima adalah orang yang mengambil dua-duanya. Bahasa Indonesia tidak punya bentuk semacam itu, sehingga kita harus menambahkan kata bilangan untuk menyampaikan apa yang di sana sudah melekat pada kata itu sendiri. Janji yang menyebut jumlah selalu terasa lain daripada janji yang menyebut kelimpahan. Yang kedua terdengar lebih megah dan justru karena itu lebih mudah dilupakan; yang pertama bisa dihitung, dan yang bisa dihitung bisa ditagih.
  • Tiga hal dijanjikan di ayat ini, dan yang ketiga adalah ampunan. Letaknya di akhir itu tidak sepele. Sesudah dua pemberian yang terdengar seperti kelebihan, dua bagian rahmat dan cahaya untuk berjalan, yang disusulkan justru penghapusan. Susunan tersebut menutup satu gambaran yang mudah muncul di kepala orang yang merasa sedang menerima banyak, yaitu bahwa urusannya dengan kekurangan sudah selesai. Yang menerima tambahan tetap disebut memerlukan sesuatu yang dihapuskan. Dan dua sebutan di penutup ayat memperjelas bahwa keduanya memang dua pekerjaan yang berlainan: yang satu berarti menutupi, yaitu yang lama tetap ada tetapi diselubungi dari akibatnya, yang lain berarti memberi. Yang lama ditutup lebih dahulu, baru yang baru diberikan, dan urutan itu berlaku juga bagi siapa pun yang ingin memulai sesuatu.