يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Dia menganugerahkan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya dan menjadikan cahaya untuk kalian yang dengannya kalian berjalan serta Dia mengampuni kalian. Dan Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-aaminuu bi-rasuulihiwahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya
- يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِyu'tikum kiflayni min rahmatihiniscaya Dia menganugerahkan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya
- وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِwa-yaj'al lakum nuuran tamshuuna bihidan menjadikan cahaya untuk kalian yang dengannya kalian berjalan
- وَيَغْفِرْ لَكُمْwa-yaghfir lakumdan Dia mengampuni kalian
- وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌwa-llaahu ghafuurun rahiimundan Allah pengampun lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini: “Dia mengampunimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya, superlatif yang di teks. *Ghafuur* berpola *fa'uul* & *rahiim* berpola *fa'iil*: intensif, superlatif (bandingkan *arham*, pola *af'al* = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151)., kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik KEMENAG SENDIRI: di ia menulis *rahiim* diterjemahkan “penyayang”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. ⚠ Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:,. sebagian penerjemah: 'O you who heed warning:1 be in prudent fear2 of God, and believe in3 His messenger; He will give you a double share of His mercy, and appoint for you a light whereby you will walk, and will forgive you, and God is forgiving and merciful, ' Corpus ayat ini: = LEM:gafuwr ROOT:gfr,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,. Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.
Aplikasi
Seruan langsung dengan janji ganda: 'bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah menganugerahkan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya', struktur insentif yang jelas antara tindakan (takwa dan iman) dan hasil (rahmat berganda, cahaya penuntun, ampunan), motivasi konkret bagi konsistensi spiritual.