أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai sahabat? Mereka bukan dari kalian dan bukan dari mereka. Dan mereka bersumpah secara dusta, padahal mereka mengetahuinya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْa-lam tara ilaa lladziina tawallaw qawman ghadhiba llaahu 'alayhimtidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai sahabat
- مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْmaa hum minkum wa-laa minhummereka bukan dari kalian dan bukan dari mereka
- وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَwa-yahlifuuna 'alaa l-kadzibi wa-hum ya'lamuunadan mereka bersumpah secara dusta, padahal mereka mengetahuinya
Terjemahan per kata (19 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- تَرَtaraengkau memperhatikan
- إِلَىilaakepada
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
- قَوْمًاqawmankaum
- غَضِبَghadhibamurka
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- مَاmaatidaklah
- هُمْhummereka
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَيَحْلِفُونَwa-yahlifuunadan mereka bersumpah
- عَلَى'alaaatas
- الْكَذِبِl-kadzibikebohongan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Peringatan tentang loyalitas yang membingungkan: 'orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kalian dan bukan dari (kaum) mereka', gambaran posisi tanpa identitas jelas akibat kesetiaan ganda yang tidak tulus, peringatan terhadap bahaya mencoba menyenangkan dua pihak yang bertentangan secara bersamaan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(munafik)', '(kaum)' (dua kali), dan '(mengaku mukmin)' tidak dipakai: tidak tertulis eksplisit di teks Arab. Kata 'itu' setelah 'Orang-orang' dihapus: tidak ada demonstratif, hanya kata ganti 'hum'.
Rangkaian pembukanya, (أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ, alam tara ila lladziina), muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:243, 3:23, 4:44, 58:8, dan 58:14. Dua dari dua belas kemunculan itu berada di surah ini, dan keduanya sama-sama mengajak satu orang memperhatikan sebuah kelakuan.
Kata kerja (تَوَلَّوْا, tawallaw) berasal dari akar yang berarti mendekat lalu berpihak, akar yang sama dengan kata untuk teman setia di 60:1 dan larangan di 60:9 dan 60:13. Yang digambarkan bukan pergaulan melainkan keberpihakan, dan terjemahan 'menjadikan sebagai sahabat' menahan sisi memilih tempat berdirinya.
Rangkaian (غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ, ghadhiba llaahu 'alayhim) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 48:6, 58:14, dan 60:13. Bentuknya lampau, jadi yang dinyatakan sesuatu yang sudah terjadi, bukan ramalan tentang nasib mereka.
Yang paling tajam di ayat ini kalimat keduanya: 'mereka bukan dari kalian dan bukan dari mereka'. Dua penyangkalan berturut-turut dengan susunan yang sejajar, dan tidak ada pihak ketiga yang disebutkan sebagai tempat mereka. Yang dinyatakan bukan bahwa mereka punya golongan sendiri, melainkan bahwa mereka tidak punya golongan sama sekali.
Susunan itu menerangkan akibat dari keberpihakan yang mendua. Orang yang berusaha berdiri di dua tempat sekaligus akhirnya tidak berdiri di mana pun, dan ayat ini menyatakannya bukan sebagai ancaman melainkan sebagai keterangan tentang keadaan yang sudah berlaku.
Kata kerja (يَحْلِفُونَ, yahlifuuna) 'mereka bersumpah' dipasang dengan keterangan 'atas kedustaan'. Sumpah adalah alat yang paling kuat untuk meyakinkan, dan di sini ia dipakai justru saat isinya paling kosong. Alat yang seharusnya menutup keraguan dipakai untuk menutupi ketiadaan.
Penutupnya menambahkan satu keterangan yang mengubah kelasnya: (وَهُمْ يَعْلَمُونَ, wa-hum ya'lamuuna) 'padahal mereka mengetahuinya'. Tanpa keterangan itu, yang digambarkan bisa saja orang yang keliru. Dengan keterangan itu, yang tersisa cuma kesengajaan.
Susunan seluruh ayat ini bergerak dari apa yang terlihat ke apa yang tersembunyi. Mula-mula keberpihakan mereka, sesuatu yang bisa diamati orang lain. Lalu kedudukan mereka di antara dua pihak, sesuatu yang cuma terlihat kalau diperhatikan. Lalu sumpah mereka, dan akhirnya pengetahuan mereka sendiri tentang kedustaan itu, yang tak terlihat siapa pun kecuali diberitahukan.
Tafsiran
Ayat ini mengungkap sikap mendua kaum munafik: bersekutu dengan musuh Allah sambil bersumpah palsu mengaku beriman.
Kata kerja yang dipakai untuk hubungan mereka berasal dari akar yang berarti mendekat lalu berpihak, akar yang sama dengan yang dipakai berulang kali di surah sebelumnya untuk larangan menjadikan pihak tertentu sebagai teman setia. Yang digambarkan bukan pergaulan melainkan keberpihakan, yaitu memilih tempat berdiri ketika keadaan menuntut seseorang memilih.
Kalimat keduanya yang paling tajam. Dua penyangkalan berturut-turut dengan susunan yang sejajar: bukan dari kalian, dan bukan dari mereka. Tidak ada pihak ketiga yang disebutkan sebagai tempat mereka. Yang dinyatakan bukan bahwa mereka punya golongan sendiri, melainkan bahwa mereka tidak punya golongan sama sekali.
Itulah akibat dari keberpihakan yang mendua, dan ayat ini menyatakannya bukan sebagai ancaman melainkan sebagai keterangan tentang keadaan yang sudah berlaku. Orang yang berusaha berdiri di dua tempat sekaligus akhirnya tidak berdiri di mana pun. Yang mereka kira sebagai dua tempat berlindung ternyata dua tempat yang sama-sama tidak menerima.
Sesudah kedudukan mereka diterangkan, cara mereka menutupinya disebut: bersumpah atas kedustaan. Sumpah adalah alat yang paling kuat untuk meyakinkan, dan di sini ia dipakai justru saat isinya paling kosong. Alat yang seharusnya menutup keraguan dipakai untuk menutupi ketiadaan. Dan penutupnya menambahkan satu keterangan yang mengubah kelasnya: padahal mereka mengetahuinya. Tanpa keterangan itu, yang digambarkan bisa saja orang yang keliru; dengan keterangan itu, yang tersisa cuma kesengajaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka bukan dari kalian dan bukan dari mereka. Dua-duanya. Yang berdiri di antara dua pihak akhirnya tidak dimiliki oleh keduanya. Dan tak ada pihak ketiga yang disebutkan sebagai tempat mereka, sehingga yang dinyatakan bukan bahwa mereka punya golongan sendiri melainkan bahwa mereka tak punya golongan sama sekali. Dua tempat berlindung yang dikira aman ternyata dua tempat yang sama-sama tak menerima. Tak ada pihak ketiga yang disebutkan sebagai tempat mereka berdiri. Dua tempat berlindung yang dikira aman ternyata sama-sama tak menerima.
- Allah menyebut mereka bersumpah secara dusta. Sumpah dipakai untuk yang tak benar. Alat yang paling kuat untuk meyakinkan dipakai justru saat isinya paling kosong. Yang seharusnya menutup keraguan dipakai untuk menutupi ketiadaan, dan itu menerangkan mengapa sumpah yang berlebihan justru sering menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres di baliknya. Sumpah yang berlebihan sering justru menjadi tanda bahwa ada yang tak beres di baliknya. Yang seharusnya menutup keraguan dipakai untuk menutupi ketiadaan.
- Allah menambahkan padahal mereka mengetahuinya. Bukan keliru. Yang membedakan dusta dari kekeliruan adalah bahwa pelakunya tahu. Tanpa keterangan itu, yang digambarkan bisa saja orang yang salah menilai keadaan dan pantas dimaklumi. Dengan keterangan itu, yang tersisa cuma kesengajaan, dan kesengajaan tak punya pembelaan yang bisa diajukan siapa pun. Kesengajaan tak punya pembelaan yang bisa diajukan siapa pun di hadapan siapa pun.
- Kata kerjanya berakar pada mendekat lalu berpihak, akar yang sama dengan yang dipakai berulang kali di surah sebelumnya untuk larangan menjadikan pihak tertentu sebagai teman setia. Yang digambarkan bukan pergaulan melainkan memilih tempat berdiri ketika keadaan menuntut seseorang memilih. Bergaul tak menuntut apa-apa; berpihak selalu menuntut sesuatu ditinggalkan.
- Rangkaian tentang kemurkaan itu berbentuk lampau, jadi yang dinyatakan sesuatu yang sudah terjadi, bukan ramalan tentang nasib mereka. Bukankah itu memudahkan pembacanya? Memudahkan: yang diminta bukan menebak masa depan siapa pun, melainkan melihat apa yang sudah berlangsung. Larangan yang bersandar pada keadaan yang sudah ada jauh lebih bisa dijalankan daripada yang bersandar pada terkaan. Larangan yang bersandar pada keadaan yang sudah ada lebih bisa dijalankan daripada yang bersandar terkaan.
- Rangkaian pembuka ayat ini dipakai juga di 58:8, dan keduanya sama-sama mengajak satu orang memperhatikan sebuah kelakuan. Dua kali di dalam satu surah, dan dua-duanya menyoroti pihak yang berkata lain dari yang dikerjakannya. Allah tidak menyerahkan pengamatan itu kepada kesepakatan bersama; yang disapa satu orang, dan melihat memang selalu dikerjakan sepasang mata. Yang disapa satu orang, dan melihat memang selalu dikerjakan sepasang mata.