لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhir saling menyayangi orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau kerabat mereka. Mereka itulah yang Allah tetapkan keimanan di dalam hati mereka, dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dia akan memasukkan mereka ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah; ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.

Terjemahan bertahap (9 jeda)

  1. لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِlaa tajidu qawman yu'minuuna bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiriengkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhir
  2. يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُyuwaadduuna man haadda llaaha wa-rasuulahusaling menyayangi orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya
  3. وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْwa-law kaanuu aabaa'ahum aw abnaa'ahum aw ikhwaanahum aw 'asyiiratahumsekalipun mereka adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau kerabat mereka
  4. أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَulaa'ika kataba fii quluubihimu l-iimaanamereka itulah yang Allah tetapkan keimanan di dalam hati mereka
  5. وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُwa-ayyadahum bi-ruuhin minhudan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya
  6. وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَاwa-yudkhiluhum jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaaDia akan memasukkan mereka ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya
  7. رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُradhiya llaahu 'anhum wa-radhuu 'anhuAllah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya
  8. أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِulaa'ika hizbu llaahimereka itulah golongan Allah
  9. أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَalaa inna hizba llaahi humu l-muflihuunaketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung

Terjemahan per kata (51 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. تَجِدُtajiduengkau mendapati
  3. قَوْمًاqawmankaum
  4. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  5. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  6. وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
  7. الْآخِرِl-aakhiriakhir
  8. يُوَادُّونَyuwaadduunamereka berkasih sayang
  9. مَنْmanorang yang
  10. حَادَّhaaddamenentang
  11. اللَّهَllaahaAllah
  12. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  13. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  14. كَانُواkaanuumereka adalah
  15. آبَاءَهُمْaabaa'ahumbapak-bapak mereka
  16. أَوْawatau
  17. أَبْنَاءَهُمْabnaa'ahumanak-anak mereka
  18. أَوْawatau
  19. إِخْوَانَهُمْikhwaanahumsaudara-saudara mereka
  20. أَوْawatau
  21. عَشِيرَتَهُمْ'asyiiratahumkerabat mereka
  22. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  23. كَتَبَkatabamenetapkan
  24. فِيfiidalam
  25. قُلُوبِهِمُquluubihimuhati mereka
  26. الْإِيمَانَl-iimaanakeimanan
  27. وَأَيَّدَهُمْwa-ayyadahumdan Dia menguatkan mereka
  28. بِرُوحٍbi-ruuhindengan ruh
  29. مِنْهُminhudarinya
  30. وَيُدْخِلُهُمْwa-yudkhiluhumdan Dia memasukkan mereka
  31. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  32. تَجْرِيtajriimengalir
  33. مِنْmindari
  34. تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
  35. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  36. خَالِدِينَkhaalidiinakekal
  37. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  38. رَضِيَradhiyarida
  39. اللَّهُllaahuAllah
  40. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  41. وَرَضُواwa-radhuudan mereka rida
  42. عَنْهُ'anhudarinya
  43. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  44. حِزْبُhizbugolongan
  45. اللَّهِllaahiAllah
  46. أَلَاalaaketahuilah
  47. إِنَّinnasesungguhnya
  48. حِزْبَhizbagolongan
  49. اللَّهِllaahiAllah
  50. هُمُhumumerekalah
  51. الْمُفْلِحُونَl-muflihuunaorang-orang yang beruntung

Inti bacaan

Batas loyalitas yang tegas: 'engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman. saling menyayangi orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun mereka itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau kerabatnya', pengakuan bahwa komitmen terhadap prinsip kebenaran terkadang menuntut batas relasional bahkan dengan keluarga terdekat, kesetiaan pada nilai fundamental yang tidak dikorbankan demi kedekatan personal.

Penjelasan pilihan kata

Kalimatnya dibuka dengan (لَا تَجِدُ, laa tajidu) 'engkau tidak akan mendapatkan', bukan dengan larangan. Bentuknya pernyataan tentang kenyataan, bukan perintah, dan sapaannya orang kedua tunggal seperti di 58:8 dan 58:14. Pembacanya diajak memeriksa, bukan disuruh menjauh.

Perbedaan itu menentukan. Larangan menuntut kepatuhan dan bisa dilanggar; pernyataan tentang kenyataan menyodorkan sebuah ukuran. Kalau seseorang mendapati dirinya mengerjakan yang dinyatakan tak akan didapati, yang perlu diperiksa bukan kepatuhannya melainkan keimanannya.

Kata kerja (يُوَادُّونَ, yuwaadduuna) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 58:22. Bentuknya menyatakan kesalingan, dari akar yang sama dengan kata untuk kasih sayang di 60:1 dan 60:7. Yang dilarang di 60:1 mengirimkannya sepihak; yang dinyatakan di sini saling berkasih sayang.

Yang dijauhi disebut dengan kata kerja, bukan kata sifat: (مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, man haadda llaaha wa-rasuulahu) 'orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya'. Akarnya sama dengan yang dipakai di 58:5 dan 58:20, dan seakar pula dengan kata untuk batas di 58:4. Yang jadi ukuran perbuatannya, bukan pendapatnya.

Daftar kekerabatannya disusun dari yang terdekat: (آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ, aabaa'ahum aw abnaa'ahum aw ikhwaanahum aw 'asyiiratahum). Empat lapis, dan yang keempat paling luas. Daftarnya disusun supaya tak ada yang bisa dikecualikan dengan alasan belum disebut.

Rangkaian (بِرُوحٍ مِنْهُ, bi-ruuhin minhu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 58:22. Kata kerja yang mendahuluinya, (وَأَيَّدَهُمْ, wa-ayyadahum), berakar pada tangan, sehingga maknanya menguatkan dengan sokongan dari luar, sama seperti di 61:14.

Rangkaian (رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ, radhiya llaahu 'anhum wa-radhuu 'anhu) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:119, 9:100, 58:22, dan 98:8. Susunannya dua arah dan setara: kata kerja yang sama, dipakai dua kali dengan pelaku yang bertukar.

Rangkaian (حِزْبُ اللَّهِ, hizbu llaahi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 58:22, dan pasangannya, (حِزْبُ الشَّيْطَانِ, hizbu sy-syaythaani), juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 58:19. Dua nama itu berdiri tiga ayat berjauhan di dalam surah yang sama.

Penutupnya, (هُمُ الْمُفْلِحُونَ, humu l-muflihuuna), muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:5, 3:104, 23:102, 58:22, dan 64:16. Akar katanya berarti membelah tanah untuk bertani, berpasangan dengan kata untuk rugi di 58:19 yang berasal dari dunia dagang.

Perlu dicatat pula bahwa ayat penutup ini panjang sekali, jauh melampaui ayat-ayat di sekitarnya. Sesudah beberapa ayat pendek yang menyimpulkan kedudukan penentang, surah ini ditutup dengan satu kalimat panjang yang memuat ukuran, daftar, keterangan tentang apa yang dikerjakan Allah, janji, kerelaan dua arah, dan nama. Panjangnya sendiri sudah menjadi bagian dari cara menutup.

Perlu diperhatikan pula bahwa daftar kekerabatannya dipasang di dalam pengandaian, memakai kata yang berarti 'sekalipun'. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa hubungan itu putus, melainkan bahwa kedekatan sedekat apa pun tak mengubah ukurannya. Pembedaan itu penting: yang dilarang saling berkasih sayang dengan yang menentang, bukan mengakui bahwa orang itu memang bapak atau anaknya.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini menegaskan bahwa iman sejati menolak kedekatan dengan musuh Allah, bahkan bila itu berarti memutus hubungan kekerabatan: golongan Allah inilah yang beruntung sejati.

Bentuknya bukan larangan melainkan pernyataan tentang kenyataan: engkau tidak akan mendapatkan. Perbedaan itu menentukan. Larangan menuntut kepatuhan dan bisa dilanggar; pernyataan seperti ini menyodorkan sebuah ukuran. Kalau seseorang mendapati dirinya mengerjakan hal yang dinyatakan tak akan didapati, yang perlu diperiksa bukan kepatuhannya melainkan keimanannya.

Yang dijauhi disebut dengan kata kerja, bukan kata sifat: orang yang menentang, bukan orang yang berbeda. Akarnya sama dengan yang dipakai dua kali sebelumnya di surah ini, dan seakar pula dengan kata untuk batas. Yang jadi ukuran perbuatannya, bukan pendapatnya, dan pembedaan itu menjaga ayat ini dari terbaca sebagai larangan bergaul dengan siapa saja yang berlainan keyakinan.

Daftar kekerabatannya disusun dari yang terdekat, empat lapis, dan yang terakhir paling luas. Daftar sepanjang itu disusun supaya tidak ada yang bisa dikecualikan dengan alasan belum disebut. Dan yang disebut sesudahnya bukan pujian melainkan keterangan tentang apa yang dikerjakan Allah pada mereka: keimanan ditetapkan di dalam hati mereka, dan mereka dikuatkan dengan sokongan dari-Nya.

Susunan itu membalik arah bacaannya. Yang sanggup memutus hubungan sedekat itu tidak digambarkan sebagai orang berkemauan keras, melainkan sebagai orang yang di dalam hatinya sudah ditetapkan sesuatu. Dan penutupnya menyebut kerelaan dua arah dengan kata kerja yang sama, lalu memberi mereka nama yang pasangannya sudah disebut tiga ayat sebelumnya. Dua golongan, dua nama yang masing-masing muncul sekali saja, dan dua hasil akhir yang disebut dengan bahasa pekerjaan sehari-hari: yang satu rugi seperti pedagang, yang lain beruntung seperti petani yang membelah tanah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut empat lapis kekerabatan: bapak, anak, saudara, kerabat. Dari yang terdekat. Daftarnya disusun supaya tak ada yang bisa dikecualikan. Yang terakhir paling luas, sehingga siapa pun yang hendak mencari celah dengan alasan hubungannya belum disebut akan mendapati celah itu sudah ditutup. Daftar yang menutup dirinya sendiri seperti ini jarang perlu ditambah keterangan. Yang terakhir paling luas, sehingga celah dengan alasan belum disebut sudah ditutup.
  • Bentuk yang dipakai engkau tidak akan mendapatkan. Bukan larangan. Yang disebut kenyataan, bukan perintah. Larangan menuntut kepatuhan dan bisa dilanggar; pernyataan seperti ini menyodorkan sebuah ukuran. Kalau seseorang mendapati dirinya mengerjakan hal yang dinyatakan tak akan didapati, yang perlu diperiksa bukan kepatuhannya melainkan keimanannya sendiri. Yang perlu diperiksa bukan kepatuhannya, melainkan keimanannya sendiri. Larangan menuntut kepatuhan dan bisa dilanggar; ini menyodorkan sebuah ukuran.
  • Allah menyebut yang dijauhi orang yang menentang, bukan yang berbeda. Menentang, kata kerja. Yang jadi batas perbuatannya, bukan pendapatnya. Akarnya sama dengan yang dipakai dua kali sebelumnya di surah ini, dan seakar pula dengan kata untuk batas. Pembedaan itu menjaga ayat ini dari terbaca sebagai larangan bergaul dengan siapa saja yang berlainan keyakinan. Pembedaan itu menjaga ayat ini dari terbaca sebagai larangan bergaul. Yang dilarang bukan interaksi sehari-hari dengan siapa pun, melainkan kedekatan hati yang justru berpihak pada perlawanan terhadap Allah dan Rasul-Nya, sekalipun perlawanan itu datang dari orang yang paling dekat.
  • Yang disebut sesudah daftar itu bukan pujian, melainkan keterangan tentang apa yang dikerjakan Allah pada mereka: keimanan ditetapkan di dalam hati mereka. Susunan itu membalik arah bacaannya. Yang sanggup memutus hubungan sedekat itu tak digambarkan sebagai orang berkemauan keras, melainkan sebagai orang yang di dalam hatinya sudah ditetapkan sesuatu lebih dahulu. Yang sanggup memutus hubungan sedekat itu tak digambarkan sebagai orang berkemauan keras.
  • Kerelaan disebut dua arah dengan kata kerja yang sama, dipakai dua kali dengan pelaku yang bertukar: Allah rida kepada mereka, dan mereka rida kepada-Nya. Bukankah menarik bahwa yang kedua pun disebut? Yang dijanjikan bukan cuma diterima, melainkan juga menerima. Ada keadaan tempat kedua belah pihak sama-sama tak menuntut apa pun lagi, dan itulah yang disebut. Ada keadaan tempat kedua belah pihak sama-sama tak menuntut apa pun lagi.
  • Nama yang diberikan kepada mereka tidak dipakai lagi di ayat mana pun dengan bentuk yang persis sama, dan pasangannya pun hanya berdiri di satu tempat, tiga ayat sebelumnya. Dua hasil akhirnya pun disebut dengan bahasa pekerjaan sehari-hari: yang satu rugi seperti pedagang, yang lain beruntung seperti petani yang membelah tanah. Dua kiasan dari dunia kerja untuk menyebut sesuatu yang tak terlihat siapa pun. Kedua kiasan itu dipetik dari pekerjaan yang hasilnya baru tampak lama sesudah usaha ditanam, seakan menyamakan keberuntungan akhirat dengan sesuatu yang juga perlu waktu dan kesabaran untuk dituai.