وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri; mereka itulah orang-orang yang fasik.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَwa-laa takuunuu ka-lladziina nasuu llaahadan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah
  2. فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْfa-ansaahum anfusahumsehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri
  3. أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَulaa'ika humu l-faasiquunamereka itulah orang-orang yang fasik
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar k-w-n, n-s-y, a-l-h, n-f-s, f-s-q): nasuu llaah fa-ansaahum anfusahum diterjemahkan 'melupakan Allah, sehingga Dia jadikan mereka lupa diri mereka' (akar n-s-y + akar n-f-s, melupakan Allah=melupakan hakikat diri; kehilangan orientasi eksistensial); faasiquun diterjemahkan 'fasik' (akar f-s-q). Selaras.

Aplikasi

Peringatan tentang hilangnya kesadaran diri: 'janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri', pengakuan bahwa mengabaikan dimensi spiritual berdampak pada hilangnya pemahaman diri secara keseluruhan, koneksi antara kesadaran ilahi dan kesadaran diri yang saling terkait.