هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dialah Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, Sang Raja, Sang Kudus, Sang Keselamatan, Sang Pemberi Keamanan, Sang Pengawas, Sang Digdaya, Sang Pemaksa, Sang Pemilik Kebesaran. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَhuwa llaahu lladzii laa ilaaha illaa huwaDialah Allah yang tidak ada tuhan selain Dia
  2. الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُal-maliku l-qudduusu s-salaamuSang Raja, Sang Kudus, Sang Keselamatan
  3. الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُal-mu'minu l-muhayminuSang Pemberi Keamanan, Sang Pengawas
  4. الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُal-aziizu l-jabbaaru l-mutakabbiruSang Digdaya, Sang Pemaksa, Sang Pemilik Kebesaran
  5. سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَsubhaana llaahi ammaa yushrikuunaMahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'Sang Digdaya' (takrif corpus); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. sebagian penerjemah: 'He is God. There is no god save He1, the King, the Holy, the Perfect, the Faithful,2 the Determiner of Truth,3 the Exalted in Might, the Compeller, the Supreme. Glory4 be to God above that to which they ascribe a partnership!5' TUMPUKAN 8 NAMA, tiap nama digrounding BUKTI INTERNAL dulu (pemakaian Qur'an atas dirinya sendiri), eksternal hanya penguat (§PRINSIP UTAMA). • malik diterjemahkan 'Sang Raja' (akar m-l-k, akar kaya; lih. keputusan MLK, maalik yawm ad-diin 1:4 dst.). • salaam diterjemahkan 'Sang Keselamatan' (akar s-l-m, kaya 127×; jangkar internal daar as-salaam 6:127/10:25 = 'negeri keselamatan/keutuhan', salaam=keutuhan-selamat, bukan sekadar 'damai'). • mu'min diterjemahkan 'Yang Mengaruniakan keamanan' (akar a-m-n, kaya 723×; bentuk IV='memberi aman', jangkar 106:4 'aamanahum min khawf' = 'Dia beri mereka aman dari ketakutan'. mu'min-untuk-ALLAH HANYA di sini; 722 lainnya='orang beriman' utk manusia, cabang dipisah oleh subjek+bentuk). • muhaymin diterjemahkan 'Yang Mengawasi' (akar h-m-n, 2×; pembanding internal 5:48: Qur'an muhaymin 'pengawas/penjaga' atas kitab terdahulu diterjemahkan makna 'mengawasi' ditegakkan dari ayat itu, bukan gloss luar). Inti 'tak teratasi' dibuktikan internal (14:20/35:17 aziiz MUSTAHIL utk Allah; 9:128 'berat terasa'). • jabbaar diterjemahkan 'Sang Pemaksa' (akar j-b-r, 10 ayat; 9 = kata untuk TIRAN manusia, jabbaariin negatif, HANYA 59:23 dikenakan ke Allah). Dipertahankan (Pak FD 18 Jul): kata-tiran yang tercela pada manusia, dikenakan ke Allah diterjemahkan apa yang pemaksaan-tirani pada makhluk adalah kehendak tak-terlawan pada Khalik. • mutakabbir diterjemahkan 'Sang Mahabesar' (akar k-b-r; bentuk mutakabbir 7×, 6 negatif-manusia, HANYA 59:23 utk Allah). CERMIN INTERNAL 40:35: 'kulli qalbin mutakabbirin jabbaar', mutakabbir & jabbaar (DUA nama Ilahi di sini) muncul BERSAMA sbg sifat hati manusia yang DIKUTUK. Bukti internal terkuat: yang menjadi kepongahan-tirani tercela pada manusia adalah kebesaran & kehendak-mutlak yang sah pada Allah, Qur'an memakai kata yang sama, membalik nilainya menurut KEPADA SIAPA disandangkan (paralel diin: taat vs durhaka bergantung arah). ⟶ Penutup ayat: subhaana llaah diterjemahkan 'Mahasuci Allah' (satu kata; putusan 18 Jul, dibedakan dari qudduus='Sang Kudus' di tumpukan nama di atas).

Aplikasi

Rangkaian nama-nama agung penutup surah: 'Sang Raja, Sang Kudus, Sang Keselamatan, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Mengawasi, Sang Digdaya, Sang Pemaksa, dan Sang Mahabesar. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan', akumulasi atribut yang membangun gambaran menyeluruh tentang otoritas dan kesempurnaan ilahi, ditutup penolakan eksplisit terhadap segala bentuk penyekutuan, penegasan bahwa keagungan sedemikian rupa tidak sebanding dengan objek sesembahan mana pun yang dipersekutukan manusia.