رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُواrabbanaa laa taj'alnaa fitnatan li-lladziina kafaruuya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir
- وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاwa-ghfir lanaa rabbanaaampunilah kami, ya Tuhan kami
- إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُinnaka anta l-aziizu l-hakiimusesungguhnya Engkau, Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: '“Our Lord: make Thou not us a means of denial1 for those who ignore warning;2 and forgive Thou us. Our Lord: thou art the Exalted in Might, the Wise.”3' Corpus ayat ini: «{gofiro, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').
Aplikasi
Doa perlindungan dari ejekan: 'janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami', permohonan yang menggabungkan perlindungan eksternal (dari fitnah) dan pembersihan internal (ampunan), pengakuan bahwa keduanya diperlukan bersamaan untuk ketahanan spiritual yang utuh.