لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Sungguh, pada mereka benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagi kalian, bagi orang yang mengharap Allah dan hari Kemudian. Siapa yang berpaling, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَla-qad kaana lakum fiihim uswatun hasanatun li-man kaana yarjuu llaaha wa-l-yawma l-aakhirasungguh, pada mereka benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagi kalian, bagi orang yang mengharap Allah dan hari Kemudian
  2. وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُwa-man yatawalla fa-inna llaaha huwa l-ghaniyyu l-hamiidusiapa yang berpaling, sesungguhnya Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji
Catatan pilihan kata (ringkas)

hamiid diterjemahkan 'Sang Terpuji' (takrif corpus); pasangan belum-dibedah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, passthrough); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid). Lih.. sebagian penerjemah: 'There was for you in them a good model1 for one who hopes for God and the Last Day. of dhammahuu'; hamd ≠ madh (hanya utk yang bergantung kehendak); hamd ≠ shukr ('shukr is only on account of favour received; hamd… sometimes from other causes'; yang tertimpa musibah ber-alhamdulillaah, 'no worldly blessing'); hamiid = 'laudatus' dua-arah: praised AND praiseworthy.

Aplikasi

Perluasan makna teladan dengan syarat: 'sungguh pada mereka itu benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagi kalian, bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan hari Kemudian', kualifikasi bahwa teladan ini relevan khususnya bagi yang berorientasi akhirat, bukan tuntutan universal tanpa konteks motivasi.