إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Sesungguhnya Allah hanya melarang kalian, tentang orang-orang yang memerangi kalian dalam pertanggungjawaban, mengusir kalian dari kampung halaman kalian, dan membantu dalam mengusir kalian, untuk kalian menjadikan mereka sebagai teman akrab. Siapa yang menjadikan mereka sebagai teman akrab, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْinnamaa yanhaakumu llaahu 'ani lladziina qaataluukum fii d-diini wa-akhrajuukum min diyaarikumsesungguhnya Allah hanya melarang kalian tentang orang-orang yang memerangi kalian dalam pertanggungjawaban dan mengusir kalian dari kampung halaman kalian
- وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْwa-zhaaharuu 'alaa ikhraajikum an tawallawhumdan membantu dalam mengusir kalian, untuk kalian menjadikan mereka sebagai teman akrab
- وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَwa-man yatawallahum fa-ulaa'ika humu zh-zhaalimuunasiapa yang menjadikan mereka sebagai teman akrab, mereka itulah orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (21 kata)
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- يَنْهَاكُمُyanhaakumumelarang kalian
- اللَّهُllaahuAllah
- عَنِ'anitentang
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- قَاتَلُوكُمْqaataluukummereka memerangi kalian
- فِيfiidalam
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
- وَأَخْرَجُوكُمْwa-akhrajuukumdan mereka mengusir kalian
- مِنْmindari
- دِيَارِكُمْdiyaarikumkampung halaman kalian
- وَظَاهَرُواwa-zhaaharuudan mereka membantu
- عَلَىٰ'alaaatas
- إِخْرَاجِكُمْikhraajikummengusir kalian
- أَنْanuntuk
- تَوَلَّوْهُمْtawallawhumkalian menjadikan mereka pelindung
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَتَوَلَّهُمْyatawallahummenjadikan mereka pelindung
- فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
Inti bacaan
Kriteria spesifik pembatasan hubungan: 'Allah hanya melarangmu (berteman akrab) dengan orang-orang yang memerangimu. mengusirmu. dan membantu (orang lain) dalam mengusirmu', kejelasan bahwa larangan berteman akrab bersifat spesifik dan terkondisi, bukan larangan umum terhadap semua yang berbeda keyakinan.
Penjelasan pilihan kata
Koreksi tunggal ke jamak: draf awal menulis 'melarangmu' (tunggal), padahal 'yanhaakumu' berakhiran jamak '-kum' (kalian), dikoreksi menjadi 'melarang kalian'. 'Fii d-diini' diterjemahkan 'dalam pertanggungjawaban' sesuai kaidah baku. Tambahan kurung '(berteman akrab)' dan '(orang lain)' pada draf dihapus, ditulis ulang tanpa kurung. 'Ulaa'ika humu' dikonfirmasi morfologi sebagai kata ganti tunjuk jauh jamak, diterjemahkan 'mereka itulah' sesuai kaidah baku.
Kalimatnya dibuka dengan (إِنَّمَا, innamaa), huruf pembatas yang berarti 'hanya' dan berfungsi mengurung, bukan memperluas. Ayat sebelumnya memakai kata kerja yang sama didahului negasi; di sini kata kerja itu didahului pembatas. Ayat yang paling mudah dibaca sebagai penutup pintu ternyata sedang menyebut dengan tepat pintu mana yang ditutup, dan dengan begitu membiarkan sisanya terbuka.
Tiga hal yang disebut seluruhnya berupa perbuatan: (قَاتَلُوكُمْ, qaataluukum) 'memerangi kalian', (وَأَخْرَجُوكُمْ, wa-akhrajuukum) 'dan mengusir kalian', lalu (وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ, wa-zhaaharuu 'alaa ikhraajikum) 'dan membantu dalam mengusir kalian'. Yang ketiga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 60:9. Kata kerjanya berasal dari akar yang berarti punggung, sehingga maknanya menyokong dari belakang. Yang disebut karena itu bukan cuma pelakunya, melainkan juga yang menopang dari belakang tanpa turun tangan sendiri.
Frasa (مِنْ دِيَارِكُمْ, min diyaarikum) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:84, 4:66, 60:8, dan 60:9. Dua dari empat kemunculan itu berada di dua ayat berurutan ini: sekali dalam kalimat negatif di 60:8, sekali dalam kalimat positif di sini. Pengusiran dipakai sebagai batas di kedua sisi, dan tidak ada perbuatan lain yang mendapat kedudukan setinggi itu di dalam dua ayat tersebut.
Yang dilarang adalah (أَنْ تَوَلَّوْهُمْ, an tawallawhum). Kata kerjanya berasal dari akar yang berarti mendekat lalu berpihak, akar yang sama dengan kata 'teman setia' di 60:1. Jadi yang dilarang bukan bergaul dan bukan berbuat baik , yaitu dua hal itu justru baru saja dinyatakan tidak dilarang di ayat sebelumnya , yaitu melainkan berpihak.
Penutupnya, (فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ, fa-ulaa'ika humu zh-zhaalimuuna), memakai rangkaian yang muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:229, 2:254, 3:94, 5:45, 9:23, 24:50, 49:11, dan 60:9. Kata terakhirnya tentang berbuat aniaya, yaitu menaruh sesuatu bukan pada tempatnya, bukan sekadar keliru memilih.
Beratnya sebutan itu masuk akal kalau tiga perbuatan tadi diingat kembali. Berpihak kepada yang mengusir berarti berdiri di sisi pengusirannya, dan siapa pun yang berdiri di sana ikut menanggung akibatnya. Yang dipersoalkan bukan salah menilai orang, melainkan memilih tempat berdiri.
Tafsiran
Larangan berteman akrab hanya berlaku bagi pihak yang secara aktif memerangi, mengusir, dan membantu pengusiran orang-orang beriman: menjadikan mereka sebagai teman akrab meski demikian termasuk kezaliman.
Huruf pembuka ayat ini menentukan seluruh bacaannya. Kata yang dipakai berarti 'hanya', dan tugasnya mengurung, bukan memperluas. Dibaca bersama ayat sebelumnya, dua kalimat ini menyusun satu aturan dari dua sisi: yang satu menyebut apa yang berada di luar larangan, yang lain menyebut apa yang berada di dalamnya. Aturan yang disebut dari dua arah jauh lebih sulit dipelintir daripada aturan yang cuma disebut sekali.
Tiga hal yang disebut sebagai sebab semuanya perbuatan. Memerangi, mengusir, dan membantu mengusir. Tak satu pun berupa keyakinan, dan itu berlaku sama seperti di ayat sebelumnya. Yang dijadikan dasar pembatasan hubungan adalah apa yang seseorang kerjakan, bukan apa yang ia percayai, dan ukuran itu bisa diperiksa tanpa siapa pun perlu menebak isi hati orang lain.
Yang ketiga patut diperhatikan tersendiri. Kata kerjanya berakar pada punggung, jadi maknanya menyokong dari belakang. Yang masuk ke dalam larangan bukan cuma pelaku pengusiran, melainkan juga yang menopangnya tanpa turun tangan sendiri. Batas itu menutup jalan keluar yang paling sering dipakai: merasa bersih karena tidak ikut mengerjakan, padahal ikut menyediakan.
Yang dilarang pun bukan bergaul dan bukan berbuat baik. Kata kerjanya berarti mendekat lalu berpihak, dari akar yang sama dengan kata 'teman setia' di ayat pertama surah ini. Berbuat baik justru baru saja dinyatakan tidak dilarang di ayat sebelumnya. Maka sebutan berat di penutupnya menjadi masuk akal: berpihak kepada yang mengusir berarti berdiri di sisi pengusirannya, dan yang berdiri di sana ikut menanggung. Yang dipersoalkan bukan salah menilai orang, melainkan memilih tempat berdiri.
Renungan dan Hikmah
- Kalimatnya berbunyi 'Allah hanya melarang kalian' tentang mereka yang memerangi, mengusir, dan membantu mengusir. Kata itu membatasi, bukan memperluas. Ayat yang paling mudah dibaca sebagai penutup pintu ternyata sedang menyebut dengan tepat pintu mana yang ditutup, dan dengan begitu membiarkan sisanya terbuka. Dibaca bersama ayat sebelumnya, keduanya menyusun satu aturan dari dua sisi, dan aturan yang disebut dari dua arah jauh lebih sulit dipelintir. Aturan yang disebut dari dua arah jauh lebih sulit dipelintir daripada yang cuma disebut sekali.
- Ketiga hal yang disebut semuanya perbuatan: memerangi, mengusir, membantu mengusir. Tak satu pun berupa keyakinan. Yang dijadikan Allah dasar pembatasan hubungan adalah apa yang seseorang kerjakan, bukan apa yang ia percayai. Ukuran seperti itu bisa diperiksa tanpa siapa pun perlu menebak isi hati orang lain, dan ia berlaku sama persis seperti di ayat sebelumnya, hanya saja di sana disebut dalam bentuk negatif. Ukuran yang bisa diperiksa mata menutup jalan bagi tuduhan yang tak bisa dibuktikan.
- Penutupnya menyebut siapa yang tetap menjadikan mereka teman akrab sebagai orang zalim. Kata itu tentang berbuat aniaya, bukan tentang salah pilih teman. Berpihak kepada yang mengusir berarti ikut menanggung pengusirannya, dan itu yang membuatnya disebut dengan kata seberat itu. Yang dipersoalkan bukan keliru menilai seseorang, melainkan memilih tempat berdiri, dan tempat berdiri selalu punya akibat bagi pihak yang sedang diusir. Tempat berdiri selalu punya akibat bagi pihak yang sedang diusir dari tempatnya.
- Perbuatan ketiga memakai kata kerja yang berakar pada punggung, jadi maknanya menyokong dari belakang. Yang masuk ke dalam larangan bukan cuma pelaku pengusiran, melainkan juga yang menopangnya tanpa turun tangan sendiri. Allah menutup jalan keluar yang paling sering dipakai orang: merasa bersih karena tak ikut mengerjakan, padahal ikut menyediakan. Tangan yang bersih tak selalu berarti tak terlibat, dan ayat ini menyebutkannya terang-terangan.
- Yang dilarang memakai kata kerja yang berarti mendekat lalu berpihak, seakar dengan kata teman setia di ayat pertama surah ini. Berbuat baik justru baru saja dinyatakan tidak dilarang di ayat sebelumnya. Lalu di mana sebenarnya garisnya? Bukan pada seberapa dekat, melainkan pada ke arah mana seseorang berdiri ketika keadaan menuntut ia memilih. Kebaikan boleh mengalir ke mana saja; keberpihakan tidak.
- Frasa tentang diusir dari kampung halaman muncul di dua ayat berurutan ini, sekali dalam kalimat negatif dan sekali dalam kalimat positif. Tak ada perbuatan lain yang mendapat kedudukan setinggi itu di dalam kedua ayat tersebut. Allah memakai satu perbuatan yang sama sebagai penanda di kedua sisi garis. Mengusir orang dari tempat tinggalnya rupanya bukan salah satu dari sekian kesalahan, melainkan penanda yang memisahkan dua perlakuan yang berbeda sama sekali.