يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk berbaiat kepadamu, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka, tidak akan mendatangkan dusta yang mereka ada-adakan di antara tangan-tangan dan kaki-kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam kebaikan, maka terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَyaa ayyuhaa n-nabiyyu idzaa jaa'aka l-mu'minaatu yubaayi'nakawahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk berbaiat kepadamu
- عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّalaa an laa yushrikna billaahi shay'an wa-laa yasriqna wa-laa yazniina wa-laa yaqtulna awlaadahunnabahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka
- وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍwa-laa ya'tiina bi-buhtaanin yaftariinahu bayna aydiihinna wa-arjulihinna wa-laa ya'siinaka fii ma'ruufindan tidak akan mendatangkan dusta yang mereka ada-adakan di antara tangan-tangan dan kaki-kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam kebaikan
- فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌfa-baayi'hunna wa-staghfir lahunna llaaha inna llaaha ghafuurun rahiimunmaka terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah; sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini: “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya, superlatif yang di teks. *Ghafuur* berpola *fa'uul* & *rahiim* berpola *fa'iil*: intensif, superlatif (bandingkan *arham*, pola *af'al* = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151)., kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik KEMENAG SENDIRI: di ia menulis *rahiim* diterjemahkan “penyayang”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. ⚠ Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:,. sebagian penerjemah: 'O Prophet: when the believing women1 come to thee, swearing fealty to thee: that they will not ascribe a partnership2 with God to anything; and they will not steal; and they will not commit unlawful sexual intercourse;3 and they will not kill their children; and they will not produce a calumny they have invented between their hands and their feet;4 and they will not disobey thee in what is fitting;5, then accept thou their fealty, and ask thou God to forgive them; God is forgiving and merciful.' Corpus ayat ini: = LEM:gafuwr ROOT:gfr,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,. Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.
Aplikasi
Rincian konkret komitmen etis dalam baiat: 'tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta... tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik', daftar komitmen yang spesifik dan terukur, model bagi janji yang jelas dan dapat dievaluasi ketaatannya, bukan pernyataan abstrak tanpa tolok ukur.