إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّاinna llaaha yuhibbu lladziina yuqaatiluuna fii sabiilihi saffansesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan
- كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌka-annahum bunyaanun marsuusunseakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh
Aplikasi
Metafora kekuatan kolektif: 'Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh', nilai kesatuan dan koordinasi yang dihargai tinggi, kekuatan sejati muncul dari solidaritas terstruktur bukan usaha individual yang tercerai-berai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'God loves those who fight in His cause in ranks, as though they were a compacted structure.' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).