تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kalian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْtu'minuuna bi-llaahi wa-rasuulihi wa-tujaahiduuna fii sabiili llaahi bi-amwaalikum wa-anfusikumkalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kalian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian
  2. ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَdzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuunaitulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. تُؤْمِنُونَtu'minuunakalian beriman
  2. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  3. وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
  4. وَتُجَاهِدُونَwa-tujaahiduunadan kalian berjihad
  5. فِيfiidi
  6. سَبِيلِsabiilijalan
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. بِأَمْوَالِكُمْbi-amwaalikumdengan harta kalian
  9. وَأَنْفُسِكُمْwa-anfusikumdan diri kalian
  10. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  11. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  12. لَكُمْlakumbagi kalian
  13. إِنْinjika
  14. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  15. تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui

Inti bacaan

Rincian konkret dari perdagangan spiritual: 'kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian', dua komponen investasi (keyakinan dan pengorbanan nyata) yang saling melengkapi, keimanan tanpa pengorbanan konkret dan pengorbanan tanpa dasar keyakinan sama-sama tidak lengkap sebagai 'perdagangan' yang dimaksud.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(Caranya)' tidak dipakai: ayat ini dimulai langsung dengan 'tu'minuuna' tanpa konektor apa pun di teks Arab. 'Dzaalikum' dikonfirmasi morfologi sebagai kata ganti tunjuk jauh berakhiran '-kum', diterjemahkan 'itulah' sesuai kaidah baku, bukan 'yang demikian itu' seperti draf.

Dua verba pembukanya, (تُؤْمِنُونَ, tu'minuuna) dan (تُجَاهِدُونَ, tujaahiduuna), berbentuk sekarang biasa, bukan bentuk perintah. Jadi kalimatnya tidak berbunyi 'berimanlah dan berjihadlah', melainkan 'kalian beriman dan kalian berjihad'. Ayat sebelumnya menawarkan sebuah perdagangan, dan ayat ini menyebut isinya seperti orang membacakan daftar barang, bukan seperti orang memberi aba-aba. Bentuk itu yang membuat tambahan kurung '(Caranya)' terasa perlu bagi sebagian penerjemah, dan justru karena teks Arabnya tidak memuat kata seperti itu, proyek ini membiarkannya kosong.

Frasa (بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ, bi-amwaalikum wa-anfusikum) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 9:41 dan 61:11. Urutannya harta lebih dulu, baru jiwa. Urutan itu terjaga di kedua tempat. Yang lebih ringan disebut lebih dahulu, sehingga daftarnya menaik, bukan menurun.

Rangkaian (ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ, dzaalikum khayrun lakum) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:54, 7:85, 9:41, 24:27, 29:16, 61:11, dan 62:9. Penutupnya, (إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ, in kuntum ta'lamuuna), muncul 10 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:184, 2:280, 6:81, 9:41, dan 61:11. Dua rangkaian itu sering datang beriringan, dan di ayat ini keduanya menutup kalimat secara berurutan.

Tiga rangkaian tadi bertemu di satu ayat lain yang sama, yaitu 9:41: harta dan jiwa, 'itulah yang lebih baik bagi kalian', dan 'jika kalian mengetahui'. Ayat ini karena itu bukan sekadar bersinggungan dengan 9:41 pada satu kata, melainkan memakai tiga potongan yang sama dalam susunan yang sama. Dua di antaranya juga muncul di 62:9, ayat tentang meninggalkan jual beli ketika seruan datang.

Kata (ذَٰلِكُمْ, dzaalikum) adalah kata tunjuk jarak jauh yang memakai akhiran jamak. Bentuk jauh dipakai untuk sesuatu yang baru saja disebut, dan justru jaraknya itu yang memberi kesan bahwa yang ditunjuk cukup besar untuk dipandang dari kejauhan. Terjemahan 'itulah' menahan jaraknya tanpa menambahkan kata yang tidak ada.

Penutupnya berbentuk syarat, 'jika kalian mengetahui', bukan berbentuk ancaman. Yang digantungkan bukan berlakunya kebaikan itu, melainkan sanggupnya orang melihat kebaikan itu. Kalimatnya tidak berkata 'itu baik kalau kalian tahu'; ia berkata 'itu lebih baik, seandainya kalian tahu'. Nilainya sudah tetap; yang belum tetap adalah penglihatan yang menimbangnya.

Tafsiran

Ayat ini merinci isi 'perdagangan' yang ditawarkan di ayat sebelumnya: keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, disertai jihad dengan harta dan jiwa.

Yang mencolok adalah kesediaan menyebutkan harganya lebih dulu. Sebuah tawaran biasanya membuka dengan untungnya dan menyimpan biayanya untuk belakangan. Susunan di sini terbalik: modalnya dirinci di ayat ini, dan balasannya baru dibuka di ayat sesudahnya. Ajakan yang menyebutkan sendiri bagian yang berat sebelum bagian yang manis sedang memperlakukan yang diajak sebagai orang dewasa.

Yang diminta ada dua dan keduanya berlainan tempat. Satu di dalam dada, satu lagi keluar lewat tangan dan tubuh. Keduanya disebut dalam satu tarikan tanpa kata pemisah yang menunjukkan mana yang lebih penting. Surah ini dibuka dengan teguran kepada orang yang mengatakan apa yang tidak dikerjakan, dan di sini teguran itu menemukan lawannya: keyakinan yang berlanjut sampai ke harta dan tubuh.

Urutan harta lalu jiwa juga tidak sembarangan. Yang lebih mudah dilepas disebut lebih dahulu, dan yang paling sulit ditaruh di belakang. Daftarnya menaik. Cara menyusun seperti ini membuat pembacanya melangkah setapak demi setapak, bukan langsung dihadapkan pada yang paling berat.

Penutupnya berbentuk syarat yang menggantung pada pengetahuan, bukan pada kepatuhan. Kalimatnya tidak mengancam yang menolak dan tidak memuji yang menerima. Ia cuma berkata: itulah yang lebih baik, seandainya kalian tahu. Nilai barangnya sudah tetap sejak sebelum ada yang menawar; yang belum tetap adalah kesanggupan orang melihat nilai itu, dan kesanggupan itulah yang sebenarnya sedang diuji.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah menyebut sebuah perdagangan pada ayat sebelumnya, Allah baru merinci isinya di sini. Tawarannya dijelaskan, bukan dibiarkan samar. Sebuah ajakan yang menyebutkan sendiri apa yang harus dibayar tidak sedang menyembunyikan bagian yang berat. Yang lebih jarang lagi: modalnya disebut lebih dahulu, dan balasannya baru dibuka di ayat sesudahnya. Urutan itu terbalik dari kebiasaan orang menawarkan sesuatu, dan justru pembalikan itu yang menandakan tawarannya tak perlu dipermanis. Yang menawarkan dengan jujur sejak awal tak perlu menahan apa pun sampai tanda tangan jatuh.
  • Yang diminta dua: beriman, dan berjihad dengan harta dan jiwa. Satu di dalam dada, satu lagi keluar dari tangan. Keyakinan yang tidak sampai ke harta dan tubuh berhenti sebelum bagian yang disebutkan di sini. Surah ini dibuka dengan teguran kepada orang yang mengatakan apa yang tak dikerjakannya, dan di ayat ini teguran itu menemukan lawannya. Allah menyebut keduanya dalam satu tarikan, tanpa kata pemisah yang menandai mana yang boleh dikerjakan belakangan. Dua tempat itu tak bisa saling menggantikan, dan tak satu pun disebut sebagai pilihan.
  • Allah menutup dengan syarat jika kalian mengetahui, bukan dengan perintah. Penilaiannya diserahkan. Sebuah tawaran yang meninggalkan penilaian pada yang ditawari mengandaikan bahwa nilainya memang bisa dilihat sendiri oleh orang yang mau melihat. Yang digantungkan pada syarat itu bukan berlakunya kebaikan, melainkan sanggupnya orang menimbang. Nilainya sudah tetap sejak sebelum ada yang menawar; yang belum tetap adalah penglihatan yang menakarnya. Ada nilai yang tak berkurang karena tak dikenali, dan justru itu yang bikin ketidaktahuan terasa mahal.
  • Urutannya harta dahulu, baru jiwa, dan urutan itu terjaga di satu ayat lain yang memakai frasa yang sama. Yang lebih mudah dilepas disebut lebih dahulu, yang paling sulit ditaruh di belakang. Daftarnya menaik, tidak menurun. Cara menyusun seperti itu membuat pembacanya melangkah setapak demi setapak. Orang yang belum sanggup pada yang kedua setidaknya tahu di mana ia berdiri, sebab tangganya disusun terang-terangan. Tangga yang disusun terang-terangan lebih menolong daripada tuntutan yang dijatuhkan sekaligus.
  • Kedua kata kerjanya berbentuk sekarang biasa, bukan bentuk perintah. Kalimatnya berbunyi kalian beriman dan kalian berjihad, bukan berimanlah dan berjihadlah. Allah membacakan isi tawaran seperti orang membacakan daftar barang, bukan seperti orang memberi aba-aba. Bentuk itu menjaga suasana ayat sebelumnya tetap utuh: yang sedang berlangsung masih penawaran, dan penawaran tidak dijalankan dengan bentakan.
  • Tiga rangkaian di ayat ini bertemu semuanya di satu ayat lain yang sama: harta dan jiwa, itulah yang lebih baik bagi kalian, dan jika kalian mengetahui. Lalu apa artinya kesamaan sebanyak itu? Ayat ini bukan sekadar bersinggungan pada satu kata, melainkan memakai tiga potongan dalam susunan yang sama. Al-Qur'an merangkai dirinya sendiri dengan potongan yang dikenali, dan pembaca yang mengenalinya mendengar dua ayat sekaligus.