ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Yang demikian itu karena mereka beriman, kemudian kufur, maka hati mereka dikunci sehingga mereka tidak mengerti.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُواdzaalika bi-annahum aamanuu tsumma kafaruuyang demikian itu karena mereka beriman, kemudian kufur
  2. فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَfa-tubi'a alaa quluubihim fa-hum laa yafqahuunamaka hati mereka dikunci sehingga mereka tidak mengerti
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, k-f-r, t-b-', q-l-b, f-q-h): aamanuu thumma kafaruu diterjemahkan 'beriman kemudian kufur' (akar '-m-n + akar k-f-r); tubi'a alaa quluubihim diterjemahkan 'hati mereka dikunci' (akar t-b-' + akar q-l-b); laa yafqahuun diterjemahkan 'tak mengerti' (akar f-q-h, pengingkaran-berulang mengeraskan hati, cf. 4:137). Selaras.

Aplikasi

Konsekuensi bertahap dari inkonsistensi keimanan: 'mereka beriman, kemudian kufur, maka hati mereka dikunci sehingga mereka tidak mengerti', pengakuan bahwa bolak-balik antara iman dan kekufuran bukan tanpa dampak, pengerasan hati yang progresif sebagai konsekuensi dari ketidakkonsistenan spiritual yang berulang.