وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur kata mereka. Mereka bagaikan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Merekalah musuh, maka waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْwa-idzaa ra'aytahum tu'jibuka ajsaamuhumapabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu
- وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْwa-in yaquuluu tasma' li-qawlihimjika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur kata mereka
- كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌka-annahum khusyubun musannadatunmereka bagaikan kayu yang tersandar
- يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْyahsabuuna kulla shayhatin 'alayhimmereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka
- هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْhumu l-'aduwwu fa-hdzarhummerekalah musuh, maka waspadalah terhadap mereka
- قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَqaatalahumu llaahu annaa yu'fakuunasemoga Allah membinasakan mereka; bagaimanakah mereka dapat dipalingkan
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- رَأَيْتَهُمْra'aytahumengkau melihat mereka
- تُعْجِبُكَtu'jibukamengagumkanmu
- أَجْسَامُهُمْajsaamuhumtubuh mereka
- وَإِنْwa-indan jika
- يَقُولُواyaquuluumereka berkata
- تَسْمَعْtasma'engkau mendengar
- لِقَوْلِهِمْli-qawlihimterhadap perkataan mereka
- كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
- خُشُبٌkhusyubunkayu
- مُسَنَّدَةٌmusannadatunyang bersandar
- يَحْسَبُونَyahsabuunamereka mengira
- كُلَّkullasetiap
- صَيْحَةٍshayhatinsuara keras
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- هُمُhumumerekalah
- الْعَدُوُّl-'aduwwumusuh
- فَاحْذَرْهُمْfa-hdzarhummaka waspadalah terhadap mereka
- قَاتَلَهُمُqaatalahumumemerangi mereka
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنَّىٰannaabagaimana
- يُؤْفَكُونَyu'fakuunamereka dipalingkan
Inti bacaan
Deskripsi visual yang tajam: 'apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar', kontras antara penampilan menarik dan kekosongan substansi di dalamnya, peringatan untuk tidak menilai kualitas seseorang hanya dari penampilan fisik atau kefasihan bicara semata.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(dengan saksama karena kefasihannya)', '(seonggok)', '(kutukan)', '(yang sebenarnya)', dan '(dari kebenaran)' seluruhnya dihapus, tidak berpadanan kata Arab. Koreksi tunggal ke jamak: draf menulis 'tubuhnya'/'tutur katanya' (tunggal), padahal 'ajsaamuhum'/'li-qawlihim' berakhiran jamak '-hum' (mereka), dikoreksi menjadi 'tubuh mereka'/'tutur kata mereka'. 'Humu l-aduwwu' dikoreksi menjadi 'merekalah musuh', bukan 'mereka itulah musuh' seperti draf: posisi ini hanya memakai kata ganti pemisah (fasl) penegas tanpa kata ganti tunjuk, berbeda dari pola dzaalika/ulaa'ika yang sungguh-sungguh memakainya.
Rangkaian (خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ, khusyubun musannadatun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 63:4. Gambaran yang dipakai kayu yang disandarkan, bukan kayu yang tertanam atau yang terpakai. Kayu bersandar tampak berdiri, tetapi berdirinya bergantung pada sesuatu di belakangnya. Terjemahan mempertahankan kata 'tersandar' dan tidak menghilangkannya, sebab tanpa kata itu gambarannya berubah menjadi sekadar benda mati.
Rangkaian (هُمُ الْعَدُوُّ, humu l-'aduwwu) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 63:4. Bentuknya memakai kata sandang, sehingga yang dinyatakan bukan bahwa mereka salah satu musuh melainkan bahwa merekalah musuh itu. Terjemahan menahan penegasan tersebut.
Ayat ini menyusun empat gambaran berurutan yang bergerak dari luar ke dalam. Mula-mula tubuh yang mengagumkan, lalu tutur kata yang didengarkan, lalu perumpamaan kayu bersandar, lalu ketakutan yang mengira setiap teriakan tertuju kepada mereka. Dua yang pertama berupa kesan pada pengamat; dua yang terakhir berupa keadaan yang sesungguhnya. Terjemahan menahan urutan itu.
Rangkaian (قَاتَلَهُمُ اللَّهُ, qaatalahumu llaahu) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 9:30 dan 63:4. Rangkaian (أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, annaa yu'fakuuna) muncul 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:75, 9:30, 29:61, 43:87, dan 63:4.
Kedua rangkaian itu bertemu di dua tempat yang sama, yaitu 9:30 dan 63:4, dan di kedua tempat itu keduanya berdiri berdampingan sebagai penutup ayat. Jadi empat kata terakhir 63:4 tidak berbeda dari empat kata terakhir 9:30. Yang berbeda apa yang mendahuluinya: di 9:30 ucapan tentang keturunan yang dinisbahkan kepada Allah, dan di sini gambaran tentang orang-orang munafik.
Penutupnya berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban, yaitu ke arah mana mereka dipalingkan. Bentuk bertanya itu ditahan terjemahan dan tidak diubah menjadi pernyataan, sebab pertanyaan meninggalkan keheranan sedangkan pernyataan menutupnya.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa yang mereka takutkan, tidak disebut apa isi tutur kata mereka, dan tidak disebut apa yang harus dilakukan selain waspada. Yang disebut cuma kesan dan keadaannya. Menahan sisanya membuat gambaran ini bisa dikenali tanpa perlu menunjuk orang.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan penampilan fisik yang memukau dari orang-orang munafik menyembunyikan kekosongan batin dan ketakutan tersembunyi: kecurigaan konstan bahwa setiap ancaman ditujukan kepada mereka sendiri.
Letaknya melanjutkan 63:3 dengan berpindah dari sebab ke tampilannya. Di ayat sebelumnya disebut apa yang terjadi pada hati mereka; di sini disebut apa yang terlihat dari luar dan apa yang sesungguhnya ada di dalam.
Empat gambaran disusun berurutan dari luar ke dalam: tubuh yang mengagumkan, tutur kata yang didengarkan, perumpamaan kayu bersandar, lalu ketakutan yang mengira setiap teriakan tertuju kepada mereka. Dua yang pertama berupa kesan pada pengamat; dua yang terakhir berupa keadaan yang sesungguhnya.
Perumpamaannya memakai rangkaian yang tidak dipakai di tempat lain mana pun, dan gambarannya kayu yang disandarkan, bukan yang tertanam atau yang terpakai.
Sebutan bagi mereka juga tidak dipakai di tempat lain mana pun, dan bentuknya memakai kata sandang sehingga yang dinyatakan bukan salah satu musuh melainkan musuh itu sendiri.
Empat kata terakhirnya tidak berbeda dari empat kata terakhir 9:30. Dua rangkaian yang menyusunnya bertemu cuma di dua tempat itu, sedangkan yang kedua sendiri dipakai 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:75, 9:30, 29:61, 43:87, dan 63:4.
Penutupnya berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban, dan bentuk bertanya itu ditahan terjemahan.
Tidak disebut apa yang mereka takutkan, dan tidak disebut apa isi tutur kata mereka.
Renungan dan Hikmah
- Empat gambaran disusun Allah berurutan dari luar ke dalam: tubuh yang mengagumkan, tutur kata yang didengarkan, kayu yang bersandar, lalu ketakutan yang mengira setiap teriakan tertuju kepada mereka. Dua yang pertama berupa kesan pada pengamat, dua yang terakhir berupa keadaan yang sesungguhnya. Jarak antara keduanya itulah isi ayatnya, dan jarak tersebut tidak terlihat oleh siapa pun yang berhenti pada dua gambaran pertama. Allah memperlihatkan keduanya berurutan supaya yang satu tak dibaca tanpa yang lain.
- Perumpamaannya kayu yang disandarkan, bukan kayu yang tertanam atau yang terpakai. Rangkaian itu tidak dipakai di tempat lain mana pun di seluruh Al-Qur'an, hanya di 63:4. Kayu bersandar tampak berdiri, tetapi berdirinya bergantung pada sesuatu di belakangnya, dan ia tidak sedang menopang apa pun. Terjemahan mempertahankan kata tersandar, sebab tanpa kata itu gambarannya berubah menjadi sekadar benda mati yang tak berguna. Yang digambarkan bukan ketiadaan melainkan ketergantungan.
- Ayat ini tidak membantah bahwa penampilan mereka mengagumkan, dan tidak membantah bahwa tutur kata mereka layak didengar. Keduanya dinyatakan Allah apa adanya. Yang ditambahkan bukan bantahan melainkan keterangan tentang apa yang ada di baliknya. Kesan yang nyata dan kekosongan yang nyata berdiri bersama, dan itu yang membuat golongan ini sulit dikenali: yang tampak memang benar-benar tampak. Allah tidak merendahkan penampilan mereka untuk memudahkan pembacanya menolak; Ia membiarkannya berdiri dan menambahkan apa yang ada di baliknya.
- Empat kata terakhir ayat ini tidak berbeda dari empat kata terakhir 9:30. Dua rangkaian yang menyusunnya bertemu cuma di dua tempat itu, sedangkan yang kedua sendiri dipakai 5 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:75, 9:30, 29:61, 43:87, dan 63:4. Yang berbeda apa yang mendahuluinya: di 9:30 ucapan tentang keturunan yang dinisbahkan kepada Allah, di sini gambaran orang munafik. Dua perkara yang jauh berbeda ditutup Allah dengan kalimat yang sama, dan kesamaan itu menaruh keduanya di dalam satu golongan penilaian.
- Sebutan bagi mereka memakai kata sandang, sehingga yang dinyatakan bukan bahwa mereka salah satu musuh melainkan bahwa merekalah musuh itu. Rangkaian tersebut tidak dipakai di tempat lain mana pun. Yang paling berbahaya menurut ayat ini bukan pihak yang berhadapan dari seberang, melainkan pihak yang berada di dalam barisan dan tampak meyakinkan. Perintah yang menyusulnya cuma satu kata, yaitu waspadalah, dan Allah tidak menambahkan perintah kedua.
- Ke arah mana mereka dipalingkan? Ayat ini menutup dengan pertanyaan, bukan pernyataan, dan bentuk itu ditahan terjemahan. Pertanyaan meninggalkan keheranan sedangkan pernyataan menutupnya. Tidak disebut apa yang mereka takutkan, tidak disebut isi tutur kata mereka, dan tidak disebut apa yang harus dilakukan selain waspada. Yang ditinggalkan bukan keterangan yang kurang, melainkan keheranan yang memang pantas atas keadaan seperti itu. Pertanyaan yang tak dijawab meninggalkan bekas lebih lama daripada pernyataan yang lengkap.