يَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ ۚ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah, pastilah yang lebih digdaya akan mengusir yang lebih hina dari sana,” padahal kedigdayaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّyaquuluuna la-in raja'naa ilaa l-madiinati la-yukhrijanna l-a'azzu minhaa l-adzallamereka berkata, 'sungguh, jika kita kembali ke Madinah, pastilah yang lebih digdaya akan mengusir yang lebih hina dari sana'
  2. وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَwa-lillaahi l-izzatu wa-li-rasuulihi wa-li-l-mu'miniina wa-laakinna l-munaafiqiina laa ya'lamuunapadahal kedigdayaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui
Aplikasi

Klaim superioritas yang keliru: 'jika kita kembali ke Madinah, pastilah yang lebih digdaya akan mengusir yang lebih hina dari sana, padahal kedigdayaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin', koreksi tegas terhadap asumsi keliru bahwa kekuatan sosial atau politik menentukan kemuliaan sejati, sumber kedigdayaan sesungguhnya bukan berasal dari status duniawi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Rantai satu-akar utuh: la-yukhrijanna l-A'azzu minhaa l-adhall + wa-lillaahi l-'IZZATU diterjemahkan 'yang lebih digdaya akan mengusir yang lebih hina… padahal kedigdayaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin', klaim munafik dibalas dgn kata yang SAMA (terjemahan lain: 'kuat'/'lemah'/'kekuatan', rantai putus). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.