يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan. Allah mengetahui segala isi hati.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَya'lamu maa fii s-samaawaati wa-l-ardhi wa-ya'lamu maa tusirruuna wa-maa tu'linuunaDia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan
  2. وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِwa-llaahu 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuriAllah mengetahui segala isi hati

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  2. مَاmaaapa yang
  3. فِيfiidi
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  6. وَيَعْلَمُwa-ya'lamudan Dia mengetahui
  7. مَاmaaapa yang
  8. تُسِرُّونَtusirruunakalian sembunyikan
  9. وَمَاwa-maadan apa yang
  10. تُعْلِنُونَtu'linuunakalian nyatakan
  11. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  12. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  13. بِذَاتِbi-dzaatipada isi
  14. الصُّدُورِsh-shuduuridada

Inti bacaan

Cakupan pengetahuan yang menyeluruh: 'Dia juga mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan. Allah berilmu akan segala isi hati', pengingat bahwa tidak ada perbedaan antara perilaku publik dan privat di hadapan pengetahuan yang menyeluruh ini, dorongan untuk konsistensi antara sikap terbuka dan tersembunyi.

Penjelasan pilihan kata

'Aliimun' bentuk tak-bertakrif sesudah subjek 'Allah', diterjemahkan 'mengetahui' (diselaraskan dari 'berilmu' pada draf, penyesuaian stilistik konsisten dengan rangkaian-rangkaian lain, bukan koreksi disiplin).

Ayat ini menyusun apa yang diketahui dalam tiga tingkat yang makin ke dalam. Mula-mula isi langit dan bumi, lalu apa yang dirahasiakan dan ditampakkan manusia, lalu isi dada. Yang pertama terluas jangkauannya, yang terakhir tersempit tetapi paling tak terjangkau. Urutan itu ditahan terjemahan dan tidak diringkas menjadi satu pernyataan umum.

Kata (تُسِرُّونَ, tusirruuna) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 16:19, 60:1, dan 64:4. Kata (تُعْلِنُونَ, tu'linuuna) juga muncul 3 kali, yaitu di 16:19, 27:25, dan 64:4. Keduanya bertemu sebagai satu pasangan di dua tempat saja, yaitu 16:19 dan 64:4.

Di dua tempat sisanya masing-masing kata itu dipakai lain. Di 60:1 kata pertama berarti menyampaikan sesuatu diam-diam kepada pihak lain, bukan menyimpannya sendiri, sehingga lawannya bukan menampakkan melainkan berterus terang kepada yang lain. Di 27:25 kata kedua berpasangan dengan kata yang berbeda untuk menyembunyikan. Jadi susunan di ayat ini bukan rumus yang selalu utuh; ia utuh di sini dan di 16:19 saja.

Rangkaian (عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ, 'aliimun bi-dzaati sh-shuduuri) muncul 12 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 3:119, 3:154, 5:7, 8:43, 11:5, 31:23, 35:38, 39:7, 42:24, 57:6, 64:4, dan 67:13. Dua belas kemunculan itu tersebar di sebelas surah, sebab Surah 3 memuatnya dua kali. Rangkaian tersebut hampir selalu menutup sebuah kalimat, dan yang ditutupnya biasanya pembicaraan tentang sesuatu yang bisa disembunyikan manusia dari sesamanya.

Yang disebut terakhir bukan perbuatan, melainkan isi dada. Perbuatan sudah disinggung di penutup 64:2. Jadi dua ayat berdekatan menutup dengan dua hal yang berbeda: yang satu dengan penglihatan atas apa yang dikerjakan, yang lain dengan pengetahuan atas apa yang tersimpan. Yang tampak dan yang tersembunyi masing-masing diberi penutupnya sendiri.

Kata yang dipakai untuk isi dada berbentuk jamak, dan yang dimaksud dada banyak orang, bukan dada seorang. Terjemahan mempertahankan keluasan itu dengan 'segala isi hati', bukan 'isi hatinya'.

Kata kerja yang berarti mengetahui diulang dua kali di dalam kalimat pertama, sekali untuk isi langit dan bumi dan sekali lagi untuk apa yang dirahasiakan dan ditampakkan. Pengulangan itu tidak diringkas terjemahan menjadi satu kata kerja dengan dua objek. Sebabnya, meringkasnya akan membuat kedua hal tersebut terbaca sebagai satu daftar, padahal susunannya menaruh keduanya sebagai dua pernyataan yang berdiri sendiri-sendiri.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa yang akan dilakukan dengan pengetahuan itu, tidak disebut kapan hasilnya diperlihatkan, dan tidak disebut apakah yang tersimpan itu dihitung sama dengan yang dikerjakan. Yang dinyatakan cuma bahwa semuanya diketahui. Menahan sisanya membuat kalimat ini berupa keterangan tentang jangkauan, bukan ancaman tentang hukuman.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan pengetahuan Allah yang menyeluruh, mencakup yang lahir maupun yang tersembunyi di dalam hati.

Letaknya melengkapi 64:2 dan 64:3. Ayat pertama menutup dengan penglihatan atas apa yang dikerjakan, ayat kedua dengan arah pulang, dan ayat ini dengan pengetahuan atas apa yang tersimpan. Tiga penutup berturut-turut yang tidak diulang bentuknya.

Susunan di dalamnya bergerak tiga tingkat makin ke dalam, yaitu isi langit dan bumi, lalu apa yang dirahasiakan dan ditampakkan, lalu isi dada. Yang terluas disebut lebih dulu dan yang paling tak terjangkau disebut terakhir.

Kata untuk apa yang dirahasiakan dipakai 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 16:19, 60:1, dan 64:4. Pasangannya juga 3 kali, yaitu di 16:19, 27:25, dan 64:4. Keduanya bertemu utuh di dua tempat saja.

Penutupnya memakai rangkaian yang dipakai 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 3:119, 8:43, 39:7, dan 67:13. Rangkaian itu hampir selalu mengakhiri kalimat, dan yang diakhirinya biasanya pembicaraan tentang sesuatu yang bisa disembunyikan manusia dari sesamanya.

Kata kerja yang berarti mengetahui diulang dua kali di kalimat pertama, dan pengulangan itu menaruh dua hal tersebut sebagai dua pernyataan yang berdiri sendiri, bukan satu daftar.

Tidak disebut apa yang akan dilakukan dengan pengetahuan itu, dan tidak disebut kapan hasilnya diperlihatkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia mengetahui isi langit dan bumi, lalu apa yang dirahasiakan dan ditampakkan. Dari yang terluas ke yang terdalam. Dua pasang itu menutup segalanya: pasangan pertama menghabiskan tempat, pasangan kedua menghabiskan keadaan. Tidak tersisa ruang yang belum disebut dan tidak tersisa keadaan yang belum tercakup, dan penutupan itu dikerjakan dengan empat kata saja, tanpa daftar yang panjang. Yang menyeluruh tidak selalu perlu diucapkan panjang.
  • Penutupnya menyebut Allah mengetahui segala isi dada. Bukan perbuatan. Yang disebut terakhir justru yang paling tak bisa diperiksa siapa pun, bahkan oleh orang yang paling dekat. Rangkaian itu dipakai 12 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 3:119, 8:43, dan 67:13, dan hampir selalu mengakhiri kalimat tentang sesuatu yang bisa disembunyikan manusia dari sesamanya. Yang tak terjangkau siapa pun ternyata bukan wilayah kosong, dan bukan pula wilayah yang boleh diurus sesuka hati karena tak ada yang melihat.
  • Allah menyusunnya dari langit dan bumi, ke yang dirahasiakan, lalu ke isi dada. Makin ke dalam. Yang paling dekat dengan diri seseorang disebut paling akhir, padahal jaraknya paling pendek. Susunan begitu membalik cara manusia biasanya mengurutkan: yang jauh dianggap sulit dijangkau, yang dekat dianggap mudah. Di sini yang paling dekat dengan seseorang justru yang paling jauh dari jangkauan orang lain, dan itulah yang disimpan untuk disebut terakhir. Urutan yang membalik kebiasaan itu tidak diberi keterangan, cukup dijalankan.
  • Kata untuk apa yang dirahasiakan dipakai 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 16:19, 60:1, dan 64:4, dan pasangannya juga 3 kali, yaitu di 16:19, 27:25, dan 64:4. Keduanya bertemu utuh di dua tempat saja. Allah membicarakan yang tersembunyi bersama yang diperlihatkan, bukan sebagai perkara yang berdiri sendiri. Yang disembunyikan seseorang dan yang diperlihatkannya adalah dua sisi dari satu orang yang sama, dan keduanya dinilai bersama.
  • Tiga ayat berturut-turut ditutup Allah dengan tiga hal yang berbeda. Yang di 64:2 penglihatan atas apa yang dikerjakan, yang di 64:3 arah pulang, dan yang di sini pengetahuan atas apa yang tersimpan. Tidak satu pun diulang bentuknya. Susunan begitu membangun cakupan sedikit demi sedikit: perbuatan yang tampak, akhir perjalanan, lalu isi yang tak terlihat. Ketiganya bersama-sama tidak menyisakan sisi yang belum disentuh, padahal tak satu pun di antaranya menyebutkan bahwa ia sedang melengkapi yang lain.
  • Apa yang akan dilakukan dengan pengetahuan seluas itu? Ayat ini tidak menyebutnya. Tidak disebut kapan hasilnya diperlihatkan, dan tidak disebut apakah yang tersimpan dihitung sama dengan yang dikerjakan. Yang dinyatakan cuma bahwa semuanya diketahui. Menahan lanjutan seperti itu membuat kalimatnya berupa keterangan tentang jangkauan, bukan ancaman tentang hukuman, dan keterangan bekerja berbeda dari ancaman: ia mengubah cara orang memandang dirinya, bukan cara ia menghindari akibat.