وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Maka jika kalian berpaling, sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah penyampaian yang jelas.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَwa-athii'uu llaaha wa-athii'uu r-rasuuladan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul
- فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُfa-in tawallaytum fa-innamaa 'alaa rasuulinaa l-balaaghu l-mubiinumaka jika kalian berpaling, sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah penyampaian yang jelas
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَأَطِيعُواwa-athii'uudan taatlah
- اللَّهَllaahaAllah
- وَأَطِيعُواwa-athii'uudan taatlah
- الرَّسُولَr-rasuulaRasul
- فَإِنْfa-inmaka jika
- تَوَلَّيْتُمْtawallaytumkalian berpaling
- فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
- عَلَىٰ'alaaatas
- رَسُولِنَاrasuulinaaRasul Kami
- الْبَلَاغُl-balaaghupenyampaian
- الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas
Inti bacaan
Batas tanggung jawab penyampai pesan: 'jika kalian berpaling, sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah penyampaian yang jelas', pembebasan tanggung jawab bagi penyampai kebenaran atas respons penerima, kewajiban terbatas pada penyampaian yang jujur dan jelas, bukan memastikan penerimaan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ, wa-athii'uu llaaha wa-athii'uu r-rasuula) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:92 dan 64:12. Kata perintahnya diulang, tidak dipakai sekali untuk dua pihak. Terjemahan menahan pengulangan itu dan memakai 'taatlah' dua kali, sebab meringkasnya menjadi satu perintah akan menghapus bahwa masing-masing disebut tersendiri.
Kedua tempat itu berlanjut hampir sama. Sesudah perintah ganda tersebut, dua-duanya menyebut kemungkinan berpaling, lalu dua-duanya menutup dengan menyatakan bahwa yang menjadi tanggungan Rasul cuma penyampaian yang jelas. Yang berbeda cuma bagian tengahnya: 5:92 menambahkan perintah berhati-hati, dan memakai kata kerja 'ketahuilah' sebelum pernyataan penutupnya, sedangkan 64:12 langsung ke pernyataannya.
Rangkaian (الْبَلَاغُ الْمُبِينُ, al-balaaghu l-mubiinu) muncul 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:92, 16:35, 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, dan 64:12. Tujuh kemunculan itu tersebar di enam surah, sebab Surah 16 memuatnya dua kali. Di semua tempat tersebut rangkaian itu membatasi tanggungan pihak yang menyampaikan, tidak sekali pun memperluasnya.
Kata sifat 'yang jelas' di ujungnya berasal dari akar yang sama dengan kata yang dipakai 64:6 untuk menyifati keterangan yang dibawa rasul-rasul. Jadi surah ini memakai gagasan yang sama, yaitu terangnya sesuatu, untuk dua hal yang berbeda: apa yang dibawa, dan apa yang menjadi kewajiban membawanya.
Batas itu berlaku dua arah. Ia membebaskan yang menyampaikan dari tanggungan atas hasil, dan sekaligus menutup alasan bagi yang berpaling untuk menuntut lebih dari penyampaian. Terjemahan memakai 'hanyalah' untuk menahan pembatasan tersebut, bukan menyebutnya sebagai keterangan tambahan.
Sasaran perintah pertamanya berbentuk banyak orang, sedangkan Rasul yang disebut sesudahnya berbentuk satu orang, dan pada penyebutan kedua ia disertai kata ganti 'Kami'. Jadi di dalam satu ayat pendek berpindah tiga kedudukan sekaligus, yaitu yang diperintah, yang diutus, dan yang mengutus.
Kemungkinan berpaling disebut dengan kata sambung yang berarti 'jika', bukan 'ketika'. Yang dinyatakan karena itu sebuah kemungkinan, bukan sesuatu yang sudah dipastikan terjadi. Terjemahan menahan bentuk pengandaian tersebut, sebab menggantinya akan mengubah nada ayat dari peringatan menjadi tuduhan atas pendengarnya.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut apa akibatnya kalau berpaling, tidak disebut siapa yang berpaling, dan tidak disebut apa yang harus dilakukan Rasul sesudahnya. Yang disebut cuma batas kewajibannya. Menahan sisanya menjaga ayat ini tetap berupa keterangan tentang pembagian tanggung jawab, bukan tentang hukuman.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kewajiban taat kepada Allah dan Rasul, sementara tanggung jawab Rasul terbatas pada penyampaian yang jelas.
Letaknya menyambung 64:11 dengan berpindah dari apa yang menimpa seseorang ke apa yang harus dikerjakannya. Ayat sebelumnya menyebut hati yang diberi petunjuk; ayat ini menyebut perbuatan yang diminta.
Perintah gandanya dipakai juga di 5:92, dan kedua tempat itu berlanjut hampir sama: menyebut kemungkinan berpaling, lalu menutup dengan membatasi tanggungan Rasul pada penyampaian yang jelas. Yang berbeda cuma bagian tengahnya.
Kata perintahnya diulang, tidak dipakai sekali untuk dua pihak, dan terjemahan menahan pengulangan itu.
Rangkaian penutupnya dipakai 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:92, 16:35, 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, dan 64:12, dan di semua tempat ia membatasi tanggungan pihak yang menyampaikan, tidak sekali pun memperluasnya.
Kata sifat di ujungnya berasal dari akar yang sama dengan kata di 64:6, sehingga surah ini memakai gagasan terangnya sesuatu untuk apa yang dibawa dan untuk kewajiban membawanya.
Kemungkinan berpaling disebut dengan kata yang berarti 'jika', bukan 'ketika', sehingga yang dinyatakan sebuah kemungkinan dan bukan sesuatu yang sudah dipastikan.
Tidak disebut apa akibatnya kalau berpaling, dan tidak disebut apa yang harus dilakukan Rasul sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang kata perintahnya, tidak memakainya sekali untuk dua pihak. Taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul. Terjemahan menahan pengulangan itu, sebab meringkasnya akan menghapus bahwa masing-masing disebut tersendiri. Menggabungkan keduanya menjadi satu perintah akan membuat ketaatan kepada yang kedua terbaca sebagai turunan dari yang pertama, padahal susunannya menaruh keduanya berdiri sendiri-sendiri, masing-masing dengan perintahnya. Yang berdiri sendiri lebih sulit diabaikan daripada yang menempel pada yang lain.
- Yang menjadi tanggungan Rasul disebut hanyalah penyampaian yang jelas. Rangkaian itu dipakai 7 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 5:92, 16:35, 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, dan 64:12, dan di semua tempat ia membatasi, tidak sekali pun memperluas. Allah menetapkan batas itu sendiri, bukan menyerahkannya pada penilaian orang. Yang menyampaikan tidak dituntut atas hasil, dan itu melindunginya dari beban yang tidak pernah dipikulkan kepadanya. Menyampaikan dengan jelas sudah menuntaskan bagiannya.
- Pembatasan tanggungan itu berlaku ke dua arah sekaligus. Ke satu arah ia membebaskan yang menyampaikan dari tanggungan atas hasil. Ke arah lain ia menutup alasan bagi yang berpaling untuk menuntut lebih daripada penyampaian, misalnya menuntut dibujuk atau dipaksa. Terjemahan memakai kata 'hanyalah' untuk menahan pembatasan tersebut. Yang sudah disampaikan dengan jelas tidak menyisakan kewajiban baru bagi yang menyampaikannya, dan tidak pula menyisakan alasan bagi yang mendengarnya.
- Ayat ini dan 5:92 berjalan hampir sama dari awal sampai akhir: perintah ganda, lalu kemungkinan berpaling, lalu pembatasan tanggungan Rasul. Yang berbeda cuma bagian tengahnya, yaitu perintah berhati-hati yang ada di 5:92 dan tidak ada di sini. Allah memakai susunan yang sama di dua surah yang jauh jaraknya, dan perbedaan kecil di tengah itu menjadi terlihat justru karena selebihnya sama. Yang berulang membuat yang tunggal menonjol.
- Kata sifat di ujung ayat ini berasal dari akar yang sama dengan kata di 64:6 yang menyifati keterangan yang dibawa rasul-rasul terdahulu. Allah memakai satu gagasan, yaitu terangnya sesuatu, untuk dua hal yang berbeda: apa yang dibawa dan apa yang menjadi kewajiban membawanya. Jadi tuntutan agar sesuatu terang tidak cuma dikenakan pada isinya, melainkan juga pada cara menyampaikannya. Isi yang benar tetapi disampaikan samar belum memenuhi apa yang diminta.
- Apa yang terjadi kalau berpaling? Ayat ini tidak menyebutnya, dan tidak menyebut siapa yang berpaling. Yang dinyatakan cuma batas kewajiban Rasul. Menahan keterangan seperti itu menjaga ayatnya tetap berupa pembagian tanggung jawab, bukan ancaman. Kalimat yang menutup dengan ancaman akan memindahkan perhatian ke akibat; kalimat yang menutup dengan batas kewajiban meninggalkan pembacanya memikirkan bagiannya sendiri, dan bagian itu tidak berpindah kepada siapa pun.