يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri kalian dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, maka berhati-hatilah kalian terhadap mereka. Jika kalian memaafkan, menyantuni, dan mengampuni, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu inna min azwaajikum wa-awlaadikum 'aduwwan lakum fa-hdzaruuhumwahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri kalian dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, maka berhati-hatilah kalian terhadap mereka
- وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌwa-in ta'fuu wa-tashfahuu wa-taghfiruu fa-inna llaaha ghafuurun rahiimunjika kalian memaafkan, menyantuni, dan mengampuni, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (19 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- إِنَّinnasesungguhnya
- مِنْmindari
- أَزْوَاجِكُمْazwaajikumistri-istri kalian
- وَأَوْلَادِكُمْwa-awlaadikumdan anak-anak kalian
- عَدُوًّا'aduwwanmusuh
- لَكُمْlakumbagi kalian
- فَاحْذَرُوهُمْfa-hdzaruuhummaka waspadalah terhadap mereka
- وَإِنْwa-indan jika
- تَعْفُواta'fuukalian memaafkan
- وَتَصْفَحُواwa-tashfahuudan kalian memaafkan
- وَتَغْفِرُواwa-taghfiruudan kalian mengampuni
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- غَفُورٌghafuurunpengampun
- رَحِيمٌrahiimunpengasih
Inti bacaan
Peringatan realistis tentang potensi konflik keluarga: 'sesungguhnya di antara istri-istri kalian dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagi kalian. jika kalian memaafkan, menyantuni, dan mengampuni, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih', pengakuan jujur bahwa hubungan keluarga terdekat pun bisa menjadi sumber konflik atau godaan negatif, namun ditutup dengan penekanan pada pemaafan sebagai respons ideal yang mencerminkan sifat ilahi.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(mereka)' tidak dipakai: objek verba 'ta'fuu/tasfahuu/taghfiruu' memang elips di teks Arab, tidak direstitusi. 'Anak-anakmu' pada draf diselaraskan menjadi 'anak-anak kalian' untuk konsistensi.
Rangkaian (أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ, azwaajikum wa-awlaadikum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 64:14. Rangkaian (عَدُوًّا لَكُمْ, 'aduwwan lakum) juga muncul 1 kali, yaitu di 64:14. Jadi dua bahan sekali pakai berdiri di dalam satu kalimat yang sama, dan keduanya menanggung isi peringatannya.
Peringatannya dibatasi kata yang berarti 'sebagian di antara'. Yang disebut bukan seluruh istri dan seluruh anak, melainkan ada di antara mereka. Terjemahan menahan pembatasan itu dan tidak menggeneralkannya, sebab menghapusnya akan mengubah peringatan menjadi tuduhan atas seluruh keluarga.
Perintah berhati-hatinya memakai kata ganti orang ketiga jamak, yaitu 'terhadap mereka', bukan bentuk yang menunjuk sebagian saja. Padahal yang disebut musuh dibatasi sebagian di antara mereka. Terjemahan menahan kedua bentuk itu apa adanya dan tidak menyerasikannya, sebab keduanya memang tidak seragam di dalam teks aslinya.
Kata (وَتَصْفَحُوا, wa-tashfahuu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 64:14. Ia berdiri di tengah tiga kata kerja yang disebut berurutan, yaitu memaafkan, berpaling dari kesalahan, dan mengampuni. Ketiganya berdekatan artinya tetapi tidak sama, dan objeknya tidak disebutkan satu pun. Terjemahan mempertahankan kekosongan objek itu.
Susunan ayat ini berbalik di tengah. Bagian pertamanya memerintahkan berhati-hati; bagian keduanya menawarkan memaafkan. Yang satu menjaga jarak, yang lain menutupnya. Tidak ada kata penghubung yang menerangkan bagaimana keduanya dijalankan bersama, dan keduanya berdiri di dalam satu ayat yang sama.
Peringatan ini juga dialamatkan dengan panggilan kepada orang beriman, bukan kepada orang pada umumnya. Jadi yang diperingatkan bahwa keluarganya bisa menjadi musuh justru orang yang paling mungkin merasa aman karena imannya.
Perintah berhati-hati di bagian pertamanya memakai akar yang sama dengan kata di 5:92, yaitu ayat yang juga menjadi pasangan bagi 64:12. Jadi dua ayat berdekatan di surah ini, yaitu 64:12 dan 64:14, sama-sama beririsan dengan satu ayat yang sama di surah kelima, lewat dua bahan yang berbeda.
Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut siapa di antara mereka, tidak disebut dalam hal apa mereka menjadi musuh, dan tidak disebut sampai kapan. Yang disebut cuma bahwa ada di antara mereka yang begitu. Menahan sisanya membuat peringatan ini tidak bisa dipakai untuk menuduh seorang tertentu, dan justru itu yang membuatnya bisa dibaca tanpa merusak rumah tangga siapa pun.
Tafsiran
Ayat ini memperingatkan bahwa anggota keluarga sendiri dapat menjadi ujian, disertai anjuran memaafkan dan mengampuni.
Letaknya menyusul 64:13 yang menyebut Allah sebagai satu-satunya tempat bertawakal. Sesudah pijakan itu ditetapkan, barulah disebutkan bahwa pijakan yang paling dekat dengan seseorang, yaitu keluarganya, tidak selalu bisa disandari.
Dua rangkaian di ayat ini masing-masing tidak dipakai di tempat lain mana pun, yaitu penyebutan istri bersama anak dan penyebutan mereka sebagai musuh. Dua bahan sekali pakai berdiri di dalam satu kalimat.
Peringatannya dibatasi kata yang berarti sebagian di antara, bukan seluruhnya, dan terjemahan menahan pembatasan itu.
Susunannya berbalik di tengah: bagian pertama memerintahkan berhati-hati, bagian kedua menawarkan memaafkan. Tiga kata kerja disebut berurutan di bagian kedua itu, dan salah satunya tidak dipakai di tempat lain mana pun. Objek ketiganya tidak disebutkan satu pun.
Panggilannya ditujukan kepada orang beriman, sehingga yang diperingatkan justru orang yang paling mungkin merasa aman karena imannya.
Perintah berhati-hati di bagian pertamanya memakai akar yang sama dengan kata di 5:92, ayat yang juga menjadi pasangan bagi 64:12, sehingga dua ayat berdekatan di surah ini beririsan dengan satu ayat yang sama lewat dua bahan berbeda.
Tidak disebut siapa di antara mereka, dan tidak disebut dalam hal apa mereka menjadi musuh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ada di antara istri dan anak yang menjadi musuh, bukan seluruhnya. Pembatasan itu ada di dalam kalimatnya sendiri, dan terjemahan menahannya. Menghapus pembatasan tersebut akan mengubah peringatan menjadi tuduhan atas seluruh keluarga, dan tuduhan semacam itu merusak justru hubungan yang sedang dijaga ayat ini. Yang diminta kewaspadaan yang terarah, bukan kecurigaan yang menyeluruh, dan Allah sendiri yang memasang pembatas itu di dalam kalimatnya.
- Susunan ayat ini berbalik di tengah. Bagian pertamanya memerintahkan berhati-hati; bagian keduanya menawarkan memaafkan. Yang satu menjaga jarak, yang lain menutupnya. Allah tidak memberi kata penghubung yang menerangkan bagaimana keduanya dijalankan bersama, dan ketiadaan itu membiarkan pembacanya menimbang sendiri kapan yang mana. Kewaspadaan tanpa kemungkinan memaafkan berubah menjadi permusuhan; memaafkan tanpa kewaspadaan berubah menjadi kelalaian. Allah menaruh keduanya berdampingan tanpa menyusun urutan pemakaiannya.
- Tiga kata kerja disebut berurutan, yaitu memaafkan, berpaling dari kesalahan, dan mengampuni. Salah satunya tidak dipakai di tempat lain mana pun di seluruh Al-Qur'an, hanya di 64:14. Objek ketiganya tidak disebutkan satu pun, dan terjemahan mempertahankan kekosongan itu. Tidak menyebut apa yang dimaafkan membuat tawaran itu tidak terbatas pada kesalahan tertentu, dan sekaligus tidak memaksa pembacanya mengingat-ingat daftar. Yang tidak dirinci lebih mudah dijalankan daripada yang dirinci.
- Panggilan di ayat ini ditujukan kepada orang beriman, bukan kepada orang pada umumnya. Jadi yang diberi tahu bahwa keluarganya bisa menjadi musuh justru orang yang paling mungkin merasa aman karena imannya. Allah menaruh peringatan itu pada pihak yang paling tidak menyangka membutuhkannya. Rasa aman yang datang dari keyakinan mudah meluas menjadi rasa aman atas keadaan sekeliling, dan ayat ini memutus perluasan tersebut tepat pada titik yang paling dekat dengan dirinya, yaitu rumahnya sendiri.
- Penyebutan istri bersama anak dan penyebutan mereka sebagai musuh sama-sama tidak dipakai di tempat lain mana pun di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berdiri di dalam satu kalimat yang sama di 64:14. Dua bahan sekali pakai menanggung seluruh isi peringatannya. Allah tidak memakai kembali susunan itu di mana pun, dan kesendirian itu sejalan dengan isinya: yang dibicarakan hubungan yang paling khusus yang dimiliki seseorang, dan hubungan seperti itu tidak berulang di tempat lain.
- Siapa di antara mereka, dan dalam hal apa? Ayat ini tidak menyebut keduanya, dan tidak menyebut sampai kapan. Yang dinyatakan cuma bahwa ada di antara mereka yang begitu. Menahan keterangan seperti itu membuat peringatannya tidak bisa dipakai untuk menuduh seorang tertentu di dalam rumah. Justru karena tidak menunjuk, ia bisa dibaca tanpa merusak hubungan siapa pun, dan yang dibangunnya kehati-hatian, bukan kecurigaan yang bernama. Kecurigaan yang bernama merusak lebih cepat daripada bahaya yang diperingatkannya.