فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Bertakwalah kalian kepada Allah sekuat kemampuan kalian. Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk diri kalian. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْfa-ttaquu llaaha ma stata'tum wa-sma'uu wa-atii'uu wa-anfiquu khayran li-anfusikumbertakwalah kalian kepada Allah sekuat kemampuan kalian, dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk diri kalian
  2. وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَwa-man yuuqa shuhha nafsihi fa-ulaa'ika humu l-muflihuunasiapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. sebagian penerjemah: 'So be in prudent fear1 of God as much as you are able, and listen,2 and obey, and spend; it is better for your souls. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Standar ketakwaan yang realistis: 'bertakwalah kalian kepada Allah sekuat kemampuan kalian', pengakuan bahwa ketakwaan tidak menuntut kesempurnaan mutlak, melainkan usaha maksimal sesuai kapasitas masing-masing, standar yang adil dan dapat dicapai tanpa membebani secara tidak realistis.