ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kalian. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan memperbesar pahala baginya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْdzaalika amru llaahi anzalahu ilaykumitulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kalian
  2. وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًاwa-man yattaqi llaaha yukaffir 'anhu sayyi'aatihi wa-yu'zhim lahu ajransiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan memperbesar pahala baginya

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. أَمْرُamruurusan
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. أَنْزَلَهُanzalahumenurunkannya
  5. إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
  6. وَمَنْwa-mandan orang yang
  7. يَتَّقِyattaqibertakwa
  8. اللَّهَllaahaAllah
  9. يُكَفِّرْyukaffirmenghapus
  10. عَنْهُ'anhudarinya
  11. سَيِّئَاتِهِsayyi'aatihikeburukannya
  12. وَيُعْظِمْwa-yu'zhimdan Dia membesarkan
  13. لَهُlahubaginya
  14. أَجْرًاajranupah

Inti bacaan

Insentif ganda bagi ketaatan pada ketentuan: 'itu merupakan perintah Allah. siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan memperbesar pahala baginya', pengakuan bahwa mengikuti prosedur yang ditetapkan dengan kesadaran spiritual membawa manfaat ganda, bukan sekadar kepatuhan administratif kosong.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (أَمْرُ اللَّهِ, amru llaahi) muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:47, 9:48, 16:1, 33:37, 33:38, 40:78, 57:14, dan 65:5. Delapan kemunculan di tujuh surah, sebab Surah 33 memuatnya dua kali. Di kebanyakan tempat itu yang disebut urusan yang akan datang atau ketetapan yang berlaku; di sini yang dinamai begitu justru serangkaian aturan rumah tangga yang baru saja dirinci.

Kata (أَنْزَلَهُ, anzalahu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:166, 25:6, dan 65:5. Di 4:166 dan 25:6 yang diturunkan adalah wahyu, dan di kedua tempat itu penyebutannya disertai keterangan tentang ilmu Allah. Di 65:5 kata kerja yang sama dipakai untuk aturan idah. Jadi ketentuan tentang menghitung bulan, tentang rumah yang tidak boleh dikosongkan, dan tentang saksi yang harus hadir disebut turun dengan kata yang di dua tempat lain dipakai untuk kitab.

Rangkaian (وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ, wa-man yattaqi llaaha) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 65:2, 65:4, dan 65:5, seluruhnya di dalam surah ini dan tidak ada satu pun di luarnya. Ayat ini yang ketiga sekaligus yang terakhir. Balasan di tiga tempat itu naik urutannya: jalan keluar dari kesulitan, lalu kemudahan di dalam urusan, lalu penghapusan kesalahan berikut pahala yang diperbesar. Yang pertama menyangkut keadaan sekarang, yang terakhir menyangkut perhitungan nanti.

Rangkaian (يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ, yukaffir 'anhu sayyi'aatihi) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 64:9 dan 65:5, yaitu di dua surah yang berurutan. Syaratnya berbeda: di 64:9 yang disebut beriman dan mengerjakan kebajikan, dan di sini bertakwa. Lanjutannya juga berbeda: di 64:9 disebutkan tempat yang dimasuki, dan di sini pahala yang diperbesar. Kata (يُعْظِمْ, yu'zhim) sendiri muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 65:5, sedangkan kata (أَجْرًا, ajran) yang menjadi objeknya justru sering dipakai, yaitu 27 kali di seluruh Al-Qur'an dan tersebar di lima belas surah, antara lain di 4:40, 4:67, dan 4:74. Jadi yang jarang bukan pahalanya, melainkan kata kerja yang memperbesarnya.

Dua balasan di ayat ini bergerak ke dua arah yang berlawanan. Yang satu mengurangi, yaitu menghapus kesalahan; yang lain menambah, yaitu memperbesar pahala. Terjemahan menahan dua kata kerja itu terpisah dan tidak menggabungkannya menjadi satu keterangan, sebab penggabungan akan menyamarkan bahwa dua tindakan yang berlainan memang disebut berdampingan.

Ayat ini menutup rangkaian aturan yang dibuka 65:1. Yang di awal disebut batas-batas Allah, di sini disebut perintah Allah, dan dua penamaan itu mengapit seluruh rinciannya. Di antara keduanya berdiri hitungan bulan, larangan mengusir, tuntutan saksi, dan tiga keadaan yang masing-masing punya ukuran.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut kesalahan yang mana yang dihapus, tidak disebut seberapa besar pahalanya diperbesar, dan tidak disebut kapan keduanya terjadi. Yang disebut cuma bahwa dua hal itu dijanjikan kepada yang bertakwa. Menahan sisanya membuat penutup ini tidak bisa dipakai untuk menawar, sebab yang tidak diberi ukuran tidak bisa ditimbang lebih dulu.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh aturan idah yang dirinci sebelumnya adalah perintah langsung dari Allah.

Letaknya menutup satu gerakan. Empat ayat sebelumnya berisi rincian, dan ayat ini tidak menambah rincian apa pun melainkan menamai semuanya. Yang di 65:1 disebut batas-batas Allah, di sini disebut perintah Allah, dan dua penamaan itu mengapit seluruh isinya.

Penamaan tersebut memakai rangkaian yang di 4:47, 9:48, 16:1, 33:37, 33:38, 40:78, dan 57:14 umumnya menunjuk ketetapan yang berlaku luas atau urusan yang akan datang. Di sini yang dinamai begitu justru hitungan bulan dan tata cara berpisah.

Kata kerja yang menyebut aturan ini turun dipakai lagi cuma di 4:166 dan 25:6, dan di dua tempat itu yang diturunkan adalah wahyu. Perkara yang tampak administratif disebut datang dari tempat yang sama dengan yang dibacakan.

Janji penutupnya bertemu 64:9, ayat di surah tepat sebelumnya yang memakai kalimat penghapusan kesalahan yang sama. Syaratnya berbeda, yaitu iman dan amal di sana, takwa di sini; lanjutannya juga berbeda, yaitu tempat yang dimasuki di sana, pahala yang diperbesar di sini.

Dua balasannya bergerak ke arah berlawanan, yang satu mengurangi dan yang lain menambah, dan keduanya tidak diberi ukuran.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menamai aturan tadi perintah-Nya, bukan adat. Yang barusan dirinci. Rangkaian penamaan itu muncul 8 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:47, 9:48, 16:1, 33:37, 33:38, 40:78, 57:14, dan 65:5, dan di kebanyakan tempat tersebut ia menunjuk ketetapan yang berlaku luas. Di sini yang dinamai begitu justru aturan rumah tangga. Sumbernya ditegaskan, dan penegasan itu diletakkan sesudah rinciannya, bukan sebelum, sehingga yang disahkan bukan gagasannya melainkan seluruh isi yang sudah terbaca.
  • Dua balasan disebut untuk yang bertakwa, dan dua-duanya bergerak ke arah yang berlawanan. Dihapus dan diperbesar. Yang satu mengurangi, yang lain menambah. Rangkaian tentang penghapusan itu muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 64:9 dan 65:5, sedangkan kata kerja yang memperbesar pahala itu muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 65:5, padahal kata pahalanya sendiri dipakai 27 kali. Yang lama dibersihkan, yang baru ditambah, dan keduanya disebut berdampingan tanpa dijadikan satu keterangan.
  • Ketentuan rumah tangga disambungkan Allah ke takwa. Bukan sekadar prosedur. Rangkaian tentang siapa yang bertakwa kepada Allah muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 65:2, 65:4, dan 65:5, seluruhnya di dalam surah ini, dan ayat ini yang terakhir dari ketiganya. Menghitung bulan dengan benar, tidak mengusir, dan menghadirkan saksi ternyata masuk hitungan yang sama dengan ibadah. Ada pahala di dalamnya, dan pahala itu tidak diberi ukuran.
  • Kata kerja yang dipakai untuk menyebut aturan ini turun muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 4:166, 25:6, dan 65:5, dan di dua tempat pertama yang diturunkan adalah wahyu. Di sini yang diturunkan hitungan bulan, larangan mengosongkan rumah, dan tuntutan menghadirkan saksi. Allah memakai kata yang sama untuk kitab dan untuk tata cara berpisah. Yang tampak sebagai urusan administratif ternyata datang dari tempat yang sama dengan yang dibacakan.
  • Syarat yang sama diulang tiga kali di dalam surah ini, dan balasannya berganti tiap kali. Mula-mula jalan keluar dari kesulitan di 65:2, lalu kemudahan di dalam urusan di 65:4, lalu penghapusan kesalahan berikut pahala yang diperbesar di ayat ini. Dua yang pertama menyangkut keadaan sekarang, yang terakhir menyangkut perhitungan nanti. Allah menyusunnya dari yang paling cepat terasa ke yang paling lama ditunggu, dan yang terakhir itulah yang tidak bisa diperiksa hari ini.
  • Kenapa aturan sepanjang lima ayat ini ditutup dengan janji, bukan dengan ancaman? Peringatan memang ada, tetapi letaknya di 65:1, di pangkal, bukan di ujung. Yang ditaruh di ujung dua hal yang sama-sama menguntungkan orang yang menaatinya. Kata kerja yang menutupnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 65:5, sementara kata pahala yang menjadi objeknya dipakai 27 kali. Susunan begitu meninggalkan kesan terakhir yang berbeda: aturan yang dibaca sampai habis tidak berakhir pada apa yang hilang kalau dilanggar, melainkan pada apa yang didapat kalau dijalani.