أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا

Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras. Maka bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang berakal, yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepada kalian,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًاa'adda llaahu lahum 'adzaaban syadiidanAllah menyediakan bagi mereka azab yang keras
  2. فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُواfa-ttaquu llaaha yaa ulii l-albaabi lladziina aamanuumaka bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang berakal, yang beriman
  3. قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًاqad anzala llaahu ilaykum dzikransungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepada kalian

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. أَعَدَّa'addamenyediakan
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. لَهُمْlahumbagi mereka
  4. عَذَابًا'adzaabanazab
  5. شَدِيدًاsyadiidanyang keras
  6. فَاتَّقُواfa-ttaquumaka jagalah diri dari
  7. اللَّهَllaahaAllah
  8. يَاyaawahai
  9. أُولِيuliipemilik
  10. الْأَلْبَابِl-albaabiakal
  11. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  12. آمَنُواaamanuuberiman
  13. قَدْqadsungguh
  14. أَنْزَلَanzalamenurunkan
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
  17. ذِكْرًاdzikraningatan

Inti bacaan

Seruan langsung kepada kelompok spesifik: 'bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang berakal, yang beriman', penargetan yang jelas kepada mereka yang memiliki kapasitas nalar dan keimanan, pengakuan bahwa peringatan ini paling relevan bagi yang mampu memahaminya secara mendalam.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ, a'adda llaahu lahum) muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 9:89, 33:35, 58:15, dan 65:10. Dua di antaranya menyebut balasan baik, yaitu taman di 9:89 dan ampunan berikut pahala besar di 33:35; dua lagi menyebut azab yang keras, yaitu 58:15 dan 65:10. Jadi kata kerja yang sama dipakai Allah untuk menyediakan dua hal yang berlawanan, dan yang membedakan cuma untuk siapa ia disediakan.

Rangkaian yang lebih panjang, yaitu (عَذَابًا شَدِيدًا, 'adzaaban syadiidan) yang didahului rangkaian di atas, muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 58:15 dan 65:10. Dua tempat itu memakai kalimat yang sama persis. Di 58:15 yang disediakan azab itu bagi orang yang menjadikan kaum yang dimurkai sebagai teman, dan di sini bagi negeri-negeri yang disebut 65:8.

Rangkaian (أُولِي الْأَلْبَابِ, ulii l-albaabi) muncul 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:179, 2:197, 3:190, 5:100, 12:111, 38:43, 39:21, 40:54, dan 65:10. Sembilan kemunculan di delapan surah, sebab Surah 2 memuatnya dua kali. Dari sembilan tempat itu, cuma di 65:10 panggilan tersebut disusul keterangan 'yang beriman'. Di delapan tempat lain ia berdiri sendiri. Jadi satu-satunya tempat yang menyandingkan akal dengan iman secara langsung adalah ayat ini.

Urutannya pun patut diperhatikan: yang disebut lebih dulu akalnya, baru imannya. Terjemahan menahan urutan itu dan tidak membaliknya, sebab membaliknya akan mengubah siapa yang dipanggil lebih dulu.

Kata (ذِكْرًا, dzikran) muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:200, 18:70, 18:83, 20:99, 20:113, 21:48, 33:41, 37:3, 37:168, 65:10, dan 77:5. Salah satunya 20:113, yaitu ayat yang juga berbagi kata kerja dengan 65:1 di pembuka surah ini. Di 20:113 peringatan itu disebut sebagai sesuatu yang mungkin diadakan; di sini ia disebut sebagai sesuatu yang sudah diturunkan.

Ayat ini juga mengulang gagasan yang sudah dipakai 65:5. Di sana aturan surah ini disebut diturunkan kepada kalian; di sini peringatannya disebut diturunkan kepada kalian. Dua kali di dalam satu surah sesuatu dinyatakan turun, dan yang pertama aturan sehari-hari, yang kedua peringatan. Keduanya memakai arah yang sama, yaitu kepada kalian.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut peringatan itu berupa apa, tidak disebut kapan diturunkan, dan tidak disebut apa yang terjadi kalau diabaikan. Yang disebut cuma bahwa ia sudah ada di tangan yang diseru. Menahan sisanya memindahkan beban dari mengetahui ke mengerjakan, sebab yang tidak dirinci tak bisa dijadikan alasan untuk menunggu keterangan berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini menyerukan takwa kepada orang-orang berakal yang beriman, disertai penegasan bahwa Allah telah menurunkan peringatan.

Letaknya menutup bagian peringatan yang dibuka 65:8 dan dipadatkan 65:9, lalu memutar arah sekali lagi: dari negeri yang sudah binasa kepada orang yang masih hidup dan masih bisa memilih.

Kalimat pertamanya sama persis dengan 58:15, dan kata kerjanya dipakai juga di 9:89 dan 33:35 untuk menyediakan balasan yang baik. Satu kata kerja untuk dua hal yang berlawanan, dibedakan cuma oleh untuk siapa ia disediakan.

Seruannya memakai panggilan yang dipakai 9 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:179, 3:190, 12:111, dan 39:21. Di delapan tempat itu panggilan tersebut berdiri sendiri; cuma di sini ia disusul keterangan tentang iman, dan akal disebut lebih dulu.

Penutupnya menyambung ke 65:5. Di sana yang dinyatakan turun aturan rumah tangganya; di sini peringatannya. Dua kali dalam satu surah sesuatu dinyatakan turun kepada kalian, dan keduanya memakai arah yang sama.

Kata untuk peringatan itu dipakai juga di 20:113, ayat yang berbagi kata kerja dengan 65:1. Di sana peringatan disebut sebagai sesuatu yang mungkin diadakan; di sini sebagai sesuatu yang sudah diturunkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyeru dua sifat sekaligus. Yang berakal. Dan yang beriman. Panggilan itu dipakai 9 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:179, 2:197, 3:190, 5:100, 12:111, 38:43, 39:21, 40:54, dan 65:10, dan cuma di sini ia disusul keterangan tentang iman. Di delapan tempat lain ia berdiri sendiri. Jadi satu-satunya tempat yang menyandingkan keduanya secara langsung adalah ayat ini, dan yang disandingkan bukan dua golongan melainkan dua sifat pada orang yang sama.
  • Akal disebut lebih dahulu daripada iman. Urutannya tidak biasa. Yang berpikir dipanggil duluan, dan panggilan itu datang persis sesudah dua ayat tentang negeri yang binasa karena membangkang. Susunan begitu menaruh kesimpulan pada orang yang mau menimbang: yang baru saja dipaparkan bukan cerita yang perlu dipercaya lebih dulu, melainkan kejadian yang bisa dipikirkan sendiri akibatnya. Imannya disebut sesudahnya, bukan sebagai syarat masuk melainkan sebagai keterangan tentang siapa yang diajak bicara. Yang dipanggil bukan orang yang sudah tunduk lebih dulu, melainkan orang yang sanggup menarik kesimpulan.
  • Kalimat penutupnya menyebut peringatan sudah diturunkan. Allah menaruh buktinya sesudah seruan, bukan sebelumnya. Kata untuk peringatan itu muncul 11 kali di seluruh Al-Qur'an, antara lain di 2:200, 20:113, 33:41, dan 65:10. Bekalnya sudah ada. Yang diminta bukan mencari dulu lalu mengerjakan, melainkan mengerjakan apa yang sudah sampai, dan itu memindahkan beban dari mengetahui ke menjalankan. Salah satu dari sebelas tempat itu 20:113, ayat yang juga berbagi kata kerja dengan 65:1 di pembuka surah ini; di sana peringatan disebut sebagai sesuatu yang mungkin diadakan, di sini sebagai sesuatu yang sudah diturunkan.
  • Kata kerja yang dipakai untuk menyediakan azab di ayat ini muncul 4 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 9:89, 33:35, 58:15, dan 65:10. Di 9:89 yang disediakan taman, dan di 33:35 ampunan berikut pahala besar. Kata yang sama, isi yang berlawanan. Yang membedakan bukan kata kerjanya melainkan untuk siapa ia disediakan, dan itu berarti kesiapan Allah menyediakan tidak berpihak lebih dulu; yang menentukan arahnya perbuatan orangnya.
  • Di 65:5 aturan rumah tangga surah ini dinyatakan turun kepada kalian; di ayat ini peringatannya dinyatakan turun kepada kalian. Dua kali dalam satu surah, dengan arah yang sama. Yang pertama berisi hitungan bulan dan tata cara berpisah, yang kedua berisi peringatan tentang negeri yang binasa. Allah menaruh keduanya dalam kedudukan yang setara sebagai sesuatu yang diturunkan, sehingga aturan yang tampak teknis tidak berdiri di tingkat yang lebih rendah daripada peringatan yang tampak besar.
  • Kenapa seruan bertakwa ditaruh sesudah kisah negeri yang sudah terlanjur binasa? Kepada negeri-negeri itu tidak ada lagi yang bisa dikatakan; urusannya sudah ditutup di 65:9. Yang masih terbuka urusan orang yang membacanya. Peringatan yang dipakai bukan ancaman tentang masa depan yang belum jelas, melainkan kejadian yang sudah selesai dan bisa diperiksa. Sesudahnya barulah disebut bahwa peringatan itu sudah diturunkan, sehingga yang diseru tidak bisa berkata belum diberi tahu.