وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

Dan ketika Nabi merahasiakan kepada sebagian istrinya suatu pembicaraan, maka ketika dia menceritakannya dan Allah menampakkannya kepadanya, dia memberitahukan sebagiannya dan berpaling dari sebagian yang lain. Maka ketika dia memberitahukannya kepadanya, dia berkata, “Siapa yang memberitahumu ini?” Dia berkata, “Yang Mengetahui lagi Sang Waskita telah memberitahuku.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًاwa-idz asarra n-nabiyyu ilaa ba'dhi azwaajihi hadiitsandan ketika Nabi merahasiakan kepada sebagian istrinya suatu pembicaraan
  2. فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍfa-lammaa nabba'at bihi wa-azhharahu llaahu 'alayhi 'arrafa ba'dhahu wa-a'radha 'an ba'dhinmaka ketika dia menceritakannya dan Allah menampakkannya kepadanya, dia memberitahukan sebagiannya dan berpaling dari sebagian yang lain
  3. فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَاfa-lammaa nabba'ahaa bihi qaalat man anba'aka haadzaamaka ketika dia memberitahukannya kepadanya, dia berkata, 'siapa yang memberitahumu ini?'
  4. قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُqaala nabba'aniya l-'aliimu l-khabiirudia berkata, 'Yang Mengetahui lagi Sang Waskita telah memberitahuku'

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. أَسَرَّasarramerahasiakan
  3. النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. بَعْضِba'dhisebagian
  6. أَزْوَاجِهِazwaajihiistri-istrinya
  7. حَدِيثًاhadiitsanperkataan
  8. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  9. نَبَّأَتْnabba'atmemberitahukan
  10. بِهِbihipadanya
  11. وَأَظْهَرَهُwa-azhharahudan Dia memenangkannya
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  14. عَرَّفَ'arrafamemperkenalkan
  15. بَعْضَهُba'dhahusebagiannya
  16. وَأَعْرَضَwa-a'radhadan ia berpaling
  17. عَنْ'andari
  18. بَعْضٍba'dhinsebagian
  19. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  20. نَبَّأَهَاnabba'ahaamemberitahukannya
  21. بِهِbihipadanya
  22. قَالَتْqaalatia berkata
  23. مَنْmanorang yang
  24. أَنْبَأَكَanba'akamemberitahumu
  25. هَٰذَاhaadzaaini
  26. قَالَqaalaberkata
  27. نَبَّأَنِيَnabba'aniyamemberitahukan kepadaku
  28. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
  29. الْخَبِيرُl-khabiiruYang Maha Teliti

Inti bacaan

Konsekuensi kebocoran kepercayaan: kisah rahasia yang dibocorkan menunjukkan bahwa 'Yang memberitahuku adalah Allah Sang Berilmu lagi Sang Waskita', pengakuan bahwa kerahasiaan yang dilanggar tetap terungkap melalui cara yang tak terduga, peringatan pentingnya menjaga kepercayaan yang diberikan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (أَسَرَّ, asarra) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 12:77, 13:10, dan 66:3. Di 12:77 kata itu dipakai untuk menyembunyikan sesuatu di dalam diri sendiri tanpa menampakkannya kepada orang lain. Di 13:10 ia berada di dalam pernyataan bahwa merahasiakan ucapan dan menyatakannya terang-terangan sama saja bagi Allah. Jadi dua tempat lainnya sudah menyiapkan dua sisi yang dipakai di ayat ini.

Isi yang dirahasiakan tidak disebutkan. Ayatnya berkata (حَدِيثًا, hadiitsan), yaitu 'suatu pembicaraan', tanpa menerangkan apa isinya. Terjemahan menahan kekosongan itu dan tidak menambahkan keterangan apa pun. Jadi pembaca membaca sebuah peristiwa yang seluruh isinya ditahan, sedangkan yang diberikan cuma bahwa peristiwanya terjadi dan bagaimana ia berkembang.

Ayat ini sendiri menyebutkan bahwa yang diberitahukan cuma sebagiannya, dan sebagian lagi tidak. Jadi menahan sebagian bukan cuma yang dikerjakan Al-Qur'an terhadap pembacanya, melainkan juga yang direkam terjadi di dalam peristiwanya. Dua lapis penahanan itu sejalan, dan ayat yang memuat keduanya sekaligus jarang.

Pihak yang dirahasiai disebut 'sebagian istrinya', tanpa nama dan tanpa jumlah. Pihak yang memberitahukan juga tidak dinamai. Terjemahan menahan semua kekosongan tersebut. Menyisipkan nama akan memindahkan ayat ini dari keterangan tentang bagaimana sesuatu terbuka menjadi catatan tentang siapa yang berbuat apa.

Percakapan di dalamnya dikutip pendek. Yang ditanya siapa yang memberitahukan, dan yang dijawab dua nama, yaitu Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Waspada. Jadi jawabannya tidak menyebut perantara dan tidak menyebut cara. Menjawab pertanyaan tentang jalan berita dengan menyebut dua nama menutup pertanyaan itu sekaligus, sebab tidak ada lagi jalan yang bisa ditelusuri sesudahnya.

Kata kerja (أَظْهَرَهُ, azh-harahu) yang dipakai untuk membukanya berarti menampakkan di atas, yaitu memberi tahu sampai yang diberi tahu berada di atas keadaan itu. Terjemahan memakai 'menampakkannya kepadanya' dan menahan susunan tersebut. Yang digambarkan bukan sekadar pemberitahuan, melainkan penempatan seseorang pada kedudukan yang mengetahui lebih banyak daripada yang menyampaikan kepadanya.

Yang tidak disebut di ayat ini juga menerangkan. Tidak disebut isi pembicaraannya, tidak disebut siapa yang dimaksud, dan tidak disebut apa akibatnya. Yang disebut cuma alur terbukanya. Menahan isinya membuat ayat ini terbaca sebagai keterangan tentang apa yang terjadi pada rahasia, bukan sebagai laporan tentang satu percakapan tertentu.

Letaknya sesudah dua ayat yang menegur tanpa menyebut perbuatannya. Di sini pun perbuatannya disebut sebagian: yang dirahasiakan ada, yang menyampaikannya ada, dan yang membukanya ada, tetapi isinya tidak. Jadi tiga ayat berturut-turut memakai cara yang sama, yaitu menyebut alur tanpa menyebut bendanya, dan cara itu bertahan sampai 66:4 yang bahkan tidak menyebut siapa yang disapa.

Tafsiran

Ayat ini mengisahkan kerahasiaan yang terbongkar antara Nabi dan istrinya: teguran halus atas pengungkapan rahasia pribadi, sekaligus penegasan pengetahuan Allah yang meliputi segala hal tersembunyi.

Ayat ini merekam sebuah peristiwa yang seluruh isinya ditahan, dan penahanan itu dikerjakan dua lapis.

Kata (أَسَرَّ, asarra) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 12:77, 13:10, dan 66:3. Di 12:77 ia dipakai untuk menyembunyikan sesuatu di dalam diri sendiri, dan di 13:10 ia berada di dalam pernyataan bahwa merahasiakan ucapan dan menyatakannya terang-terangan sama saja bagi Allah.

Isi yang dirahasiakan tidak disebutkan, dan ayat ini sendiri menyebutkan bahwa yang diberitahukan cuma sebagiannya sedangkan sebagian lagi tidak. Jadi menahan sebagian bukan cuma yang dikerjakan Al-Qur'an terhadap pembacanya, melainkan juga yang direkam terjadi di dalam peristiwanya.

Pihak yang dirahasiai disebut tanpa nama dan tanpa jumlah. Percakapan di dalamnya dikutip pendek, dan jawabannya berupa dua nama, bukan penyebutan perantara. Tidak disebut isi pembicaraannya dan apa akibatnya.

Percakapan di dalamnya dikutip pendek: yang ditanya siapa yang memberitahukan, dan yang dijawab dua nama. Jadi jawabannya tidak menyebut perantara dan tidak menyebut cara, sehingga pertanyaan tentang jalan berita tertutup sekaligus.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam perkara rumah tangga di dalam kitab. Bukan urusan besar negara. Sebuah percakapan yang bocor. Isi yang dirahasiakan tidak disebutkan. Ayatnya berkata 'suatu pembicaraan' tanpa menerangkan apa isinya. Terjemahan menahan kekosongan itu dan tidak menambahkan keterangan apa pun. Jadi yang dibaca sebuah peristiwa yang seluruh isinya ditahan, sedangkan yang diberikan cuma bahwa peristiwanya terjadi dan bagaimana ia akhirnya terbuka. Peristiwa yang isinya ditahan tetap bisa dibaca alurnya.
  • Yang membocorkan tidak disebut namanya. Allah menutupinya di ayat ini. Perbuatannya disebut, orangnya tidak. Pihak yang dirahasiai disebut 'sebagian istrinya', tanpa nama dan tanpa jumlah, dan pihak yang memberitahukan juga tidak dinamai. Terjemahan menahan semua kekosongan tersebut. Menyisipkan nama akan memindahkan ayat ini dari keterangan tentang bagaimana sesuatu terbuka menjadi catatan tentang siapa yang berbuat apa kepada siapa. Nama yang disisipkan mengubah keterangan tentang cara menjadi catatan tentang orang.
  • Sebagian diberitahukan, sebagian tidak. Allah merekam pilihan itu. Menegur pun tidak harus menghabiskan semuanya. Ayat ini sendiri menyebutkan bahwa yang diberitahukan cuma sebagiannya, dan sebagian lagi tidak. Jadi menahan sebagian bukan cuma yang dikerjakan Al-Qur'an terhadap pembacanya, melainkan juga yang direkam terjadi di dalam peristiwanya. Dua lapis penahanan itu sejalan, dan ayat yang memuat keduanya sekaligus tidak banyak. Dua lapis penahanan yang sejalan tidak banyak ditemukan dalam satu ayat.
  • Kata untuk merahasiakan di ayat ini muncul tiga kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 12:77, 13:10, dan 66:3. Di 12:77 ia dipakai untuk menyembunyikan sesuatu di dalam diri, dan di 13:10 ia berada di dalam pernyataan bahwa merahasiakan dan menyatakan sama saja bagi Allah. Dua tempat itu menyiapkan dua sisi yang dipakai bersama di ayat ini, yaitu penyembunyian dan ketidakbergunaannya. Penyembunyian dan ketidakbergunaannya sudah disiapkan di dua tempat lain.
  • Percakapan di dalamnya dikutip pendek. Yang ditanya siapa yang memberitahukan, dan yang dijawab dua nama, yaitu Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Waspada. Jadi jawabannya tidak menyebut perantara dan tidak menyebut cara. Menjawab pertanyaan tentang jalan berita dengan menyebut dua nama menutup pertanyaannya sekaligus, sebab tidak ada lagi jalan yang bisa ditelusuri sesudahnya. Tidak ada jalan yang bisa ditelusuri sesudah dua nama itu disebutkan.
  • Apa isi pembicaraannya? Siapa yang dimaksud? Apa akibatnya? Tidak satu pun disebut. Yang disebut cuma alur terbukanya. Allah menahan isinya, dan penahanan itu membuat ayat ini terbaca sebagai keterangan tentang apa yang terjadi pada sesuatu yang dirahasiakan, bukan sebagai laporan tentang satu percakapan tertentu yang bisa ditelusuri. Keterangan tentang apa yang terjadi pada rahasia berlaku bagi rahasia mana pun.